Kapal MV Nur Allya Hilang Misterius, Basarnas Duga Ada Upaya Sabotase

Kompas.com - 31/08/2019, 19:13 WIB
Tim SAR gabungan bersiap naik ke atas pesawat Casena untuk mencari kapal kargo MV Nur Allya yang dilaporkan hilang  di peraiaran Maluku Utara, Kamis (29/8/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYTim SAR gabungan bersiap naik ke atas pesawat Casena untuk mencari kapal kargo MV Nur Allya yang dilaporkan hilang di peraiaran Maluku Utara, Kamis (29/8/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Pencarian terhadap kapal kargo MV Nur Allya bersama 25 penumpang kapal tersebut yang hilang di peraiaran Maluku Utara  hingga kini masih menjadi misteri.

Sejak dinyatakan hilang kontak sejak 20 Agustus 2019 lalu, pencarian kapal kargo bermuatan nikel dengan panjang 189 meter dan lebar 33 meter itu belum juga di temukan.

Padahal tim SAR gabungan telah menyisir jalur pelayaran kapal tersebut melalui laut.

Tak hanya mengerahkan dua kapal dari Basarnas dan Bakamla serta kapal-kapal nelayan, pencarian terhadap kapal MV Nur Allya juga melibatkan pesawat Casena milik perusahan penerbangan Susi Air yang melakukan pemantauan langsung dari udara.


Namun semua upaya pencarian yang dilakukan itu tidak juga membuahkan hasil.

Baca juga: Dua Kali Dicari dengan Pesawat, Keberadaan Kapal MV Nur Allya Masih Misteri

Kepala Basarnas Ambon, Muslimin mengatakan hingga Sabtu (31/8/2019) tim SAR belum juga menemukan jejak kapal tersebut, meski begitu sampai saat tim SAR masih terus berupaya untuk mencari kapal  tersebut dengan menyisir perairan laut Maluku Utara hingga periaran Pulau Buru, Maluku.

“Untuk kapal MV Nur Allya samapi saat ini masih nihil, tapi kita dari tim SAR masih berusaha mencari,” kata Muslimin kepada Kompas.com, Sabtu.

Muslimin mengatakan perpanjangan waktu pencarian terhadap kapal MV Nur Allya dan 25 penumpang kapal tersebut telah dilakukan dan Minggu besok merupakan hari terakhir upaya pencarian.

”Perpanjangan waktu pencarian sudah dari jumat kemarin dan besok ini sudah hari terakhir,”ungkapnya.

Baca juga: Keberadaan Kapal Kargo MV Nur Allya dan 25 ABK-nya Masih Misterius, Ada Dugaan Dibajak

Muslimin menambahkan terkait penyebab hilangnya kapal tersebut, dia tidak mengetahui secara pasti, sebab tidak ada sedikit pun informasi yang di dapat setelah kapal itu mengalami hilang kontak. Apalagi lanjut dia, seluruh sistem komunikasi di kapal itu tidak lagi berfungsi.

“Penyebab tidak kita ketahui ya, tapi kami menduga ada upaya sabotase terhadap kapal itu, kita curiganya begitu,” kata Muslimin.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Regional
Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Regional
Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Regional
Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Regional
Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Regional
Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Regional
2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X