Ini Alasan Walini Memungkinkan Jadi Ibu Kota Baru Jawa Barat

Kompas.com - 31/08/2019, 11:29 WIB
Perkebunan Walini yang akan menjadi daerah pengembangan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung dan diproyeksikan juga menjadi ibu kota baru Jawa Barat, Jumat (30/8/2019). KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANAPerkebunan Walini yang akan menjadi daerah pengembangan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung dan diproyeksikan juga menjadi ibu kota baru Jawa Barat, Jumat (30/8/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com- Perkebunan Walini yang berlokasi di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat sangat memungkinkan untuk menjadi ibu kota baru untuk Provinsi Jawa Barat menggantikan Kota Bandung.

Pemerintah Kecamatan Cikalongwetan mengungkapkan beberapa indikasi bakal dipilihnya eks Perkebunan Walini sebagai sentra pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

Alasan pertama, Perkebunan Walini dipastikan bakal menjadi kota metropolitan baru karena pemerintah pusat akan membuat  stasiun kereta api cepat di lokasi tersebut.

"Walini berada di Kecamatan Cikalongwetan dan berada di antara Desa Mandalasari, sebagian Desa Kanangasari. Di sana direncanakan menjadi stasiun kereta api cepat yang rencananya akan diselesaikan pada tahun 2020," kata Hengki Manik, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Cikalongwetan saat ditemui di Kantor Kecamatan Cikalongwetan, Jumat (29/8/2019).

Baca juga: Bupati Bandung Barat Senang jika Ibu Kota Jawa Barat Pindah ke Walini

Wilayah Walini yang akan dimanfaatkan sebagai pengembangan daerah Transit Oriented Development (TOD) proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung diperkirakan mencapai 4.800 hektar.

Di lokasi tersebut, menurut Hengki, sangat memungkinkan dilakukan pembangunan lantaran didominasi oleh lahan perkebunan teh milik PTPN yang sudah tidak produktif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dominannya perkebunan teh yang memang sudah tidak produktif. Yang terdampak dari pembangunan kereta api cepat di 2 desa itu ada tiga kampung. Pembebasannya sudah dilakukan," jelasnya.

Selain itu, kondisi geografis di perkebunan Walini memang sebagian besar berbukit.

Namun dari pengamatan Kompas.com di lokasi, beberapa titik pembangunan kereta api cepat dilakukan di atas lahan yang cukup datar.

Bahkan, sebagian besar bukit-bukit dan lahan yang digunakan untuk proyek stasiun dan pengembangan TOD kereta api cepat Jakarta-Bandung sudah gundul dan tidak ada pepohonan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.