KPK Siap Hadapi PK yang Diajukan Setya Novanto dalam Kasus E-KTP

Kompas.com - 31/08/2019, 06:46 WIB
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah KOMPAS.COM/GHINAN SALMANJuru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah

SURABAYA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi siap menghadapi upaya hukum peninjauan kembali mantan Ketua DPR Setya Novanto melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Hal itu disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah usai menjadi pembicara di Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat (30/8/2019).

"Untuk kasus e-KTP kami juga menghadapi secara pararel, peninjauan kembali (PK) yang dilakukan oleh Setnov. Tentu nanti jaksa akan membuat jawabannya terhadap permohonan tersebut," kata Febri.


Baca juga: Setya Novanto, Sempat Pasrah Divonis 15 Tahun Akhirnya Ajukan PK

Meskipun Novanto mengajukan peninjauan kembali, pihaknya meyakini apa yang dilakukan KPK dengan menjerat Setnov dalam kasus e-KTP sudah sesuai dengan fakta hukum.

"Kami meyakini betul fakta-fakta yang sudah terbukti kuat dan juga sudah berkekuatan hukum tetap. Jadi silahkan saja kalau mengajukan PK, itu hak dari terpidana," ujar dia.

Ia menegaskan, upaya hukum PK yang diajukan Setnov akan dibuktikan di Mahkamah Agung, apakah novum yang disebutkan Setnov benar atau hanya mengada-ada.

KPK, sambung Febri, akan menunjukkan bukti-bukti yang dimiliki terkait keterlibatan Setnov dalam kasus e-KTP tersebut.

"Tinggal nanti pihak yg mengadili dalam hal ini MA perlu mempertimbangkan secara imparsial, informasi-informasi tersebut apakah ada atau tidak ada sebenarnya novum itu, atau hanya dicari-cari misalnya, itu kan biar MA. Yang pasti KPK akan menyampaikan bukti-bukti yang kami miliki," jelas dia.

Baca juga: KPK Persilakan Setya Novanto Ajukan Peninjauan Kembali

Novanto sebelumnya dianggap terbukti melakukan korupsi proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2013.

Mantan Ketua DPR ini divonis 15 tahun penjara dan membayar denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Regional
Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Regional
Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Regional
Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Regional
Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Regional
Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Regional
2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X