Kapolda Papua Ungkap Penyebab Massa Pendemo di Jayapura Jadi Brutal

Kompas.com - 30/08/2019, 18:27 WIB
Kondisi salah satu rumah toko (Ruko) di wilayah Dok V Bawah, Distrik Jayapura Utara, yang di jarah dan dibakar massa anarkistis. KOMPAS.com/ JOHN ROY PURBAKondisi salah satu rumah toko (Ruko) di wilayah Dok V Bawah, Distrik Jayapura Utara, yang di jarah dan dibakar massa anarkistis.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Papua mengungkapkan, ribuan pengunjuk rasa di Kota Jayapura, Papua, bertindak anarkistis, Kamis (29/8/2019), lantaran adanya provokasi.

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja mengatakan, pihaknya saat ini tengah berupaya mengungkap aktor yang memprovokasi massa pengunjuk rasa hingga akhirnya mereka melakukan aksi anarkistis.

“Jadi. Awalnya kita sudah sepakat untuk mengawal massa agar melakukan unjuk rasa dengan damai. Tapi di tengah perjalanan ada yang memprovokasi massa, untuk melakukan perusakan terhadap instalasi pemerintahan, tempat usaha dan rumah warga,” ungkap Rodja ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (30/8/2019) malam.

Baca juga: Pasca Demo dan Kerusuhan di Jayapura, 9 SPBU Tutup

Rudolf menyesalkan perbuatan massa pengunjuk rasa yang terprovokasi hingga melakukan aksi anarkistis.

“Jadi kita sedang selidiki siapa dalangnya. Saat ini tim sedang bekerja,” tegasnya.

Rodja menegaskan, guna mencegah terjadinya konflik horizontal atau gesekan antara massa pendemo dengan masyarakat yang menjadi korban anarkistis, pihaknya telah menyekat pergerakan massa di wilayah mereka masing-masing.

“Kita sudah buat penyekatan antara kelompok massa anarkistis dan massa korban anarkistis. Kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat, melalui fungsi Binmas,” ujarnya.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X