Kisah Rumah Baca Bintang, Pelopor Literasi di Desa Terpencil dengan Kondisi Memprihatinkan

Kompas.com - 30/08/2019, 08:19 WIB
Yulianto (29), pengelola Rumah Baca Bintang mendongeng untuk anak-anak di Rumah Baca Bintang di Desa Sumberjosari, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (29/8/2019). KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHOYulianto (29), pengelola Rumah Baca Bintang mendongeng untuk anak-anak di Rumah Baca Bintang di Desa Sumberjosari, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (29/8/2019).

Meski sedikit jengkel, Musmin (58) yang seorang buruh bangunan dan Soni Hindarti (51) yang hanya sebagai ibu rumah tangga itu pun akhirnya menyerah dengan keinginan kuat putranya tersebut.

"Kami tak habis pikir maunya anak itu apa. Rumah kami kan kecil. Tapi tak apalah, kami pun coba ikuti alurnya," ujar Musmin.

Setelah menangkap sinyal lampu hijau dari orangtuanya, Rumah Baca Bintang terealisasi dengan menempati sebagian ruang tamu seluas 3x4 meter. Saat itu, koleksi buku untuk anak-anak yang terpajang sekitar 150 buku.

Keseluruhan buku itu dikumpulkan oleh Yulianto dari hasilnya menabung sejak kecil.

Perlahan, jumlah anak-anak yang berdatangan ke Rumah Baca Bintang kian banyak. 

Pada awal 2015, Yulianto terpaksa mengikhlaskan kamar pribadinya dibongkar untuk memperluas ukuran Rumah Baca Bintang.

Kini, Rumah Baca Bintang seluas 5x6 meter tersebut memiliki koleksi buku anak-anak sekitar 2.500 buku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rumah Baca Bintang mulai ramai disesaki anak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama saat sore pukul 15.00 WIB atau waktu pulang sekolah.

Rumah Baca Bintang tutup pada malam hari pukul 21.00 WIB.

Saat ini, dalam sehari jumlah anak-anak yang datang ke Rumah Baca Bintang bisa mencapai 40 orang.

"Saya sisihkan uang sedikit demi sedikit untuk membeli buku anak-anak. Saya hanya ingin anak-anak terbiasa belajar, membaca dan mencintai pendidikan. Itu kan bekal masa depan mereka," tutur anak bungsu dari dua bersaudara ini.

Selama bertahun-tahun merintis Rumah Baca Bintang secara mandiri, lulusan Sarjana Ilmu Perpustakaan (S1) Universitas Terbuka di Purwodadi, Grobogan, ini meyakini bahwa apa yang dia upayakan untuk menggairahkan atmosfer belajar di kalangan anak-anak akan berbuah manis kelak.

"Banyak yang menganggap saya gila. Kenapa sih tidak mencari pekerjaan yang mapan? Dalam hati saya menjawab jika ini adalah pilihan hidup saya. Cita-cita saya, mendampingi anak-anak supaya aktif dan gemar membaca di sela aktivitas saya sebagai pendongeng," ujar Yulianto.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.