Cegah Karhutla, Lahan Gambut Jadi Lokasi Budidaya Jamur Tiram dan Nanas

Kompas.com - 28/08/2019, 15:55 WIB
Tempat pembudidayaan jamur tiram di Desa Sodong OKI yang diharapkan dapat mencegah terjadi kegiatan membuka lahan dengan membakar lahan oleh warga setempat. KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGTempat pembudidayaan jamur tiram di Desa Sodong OKI yang diharapkan dapat mencegah terjadi kegiatan membuka lahan dengan membakar lahan oleh warga setempat.

KAYUAGUNG, KOMPAS.com - Maraknya peristiwa kebakaran lahan di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan membuat berbagai pihak mencari cara agar kejadian itu tidak terjadi lagi.

Salah satunya yang dilakukan oleh Kodim 0402 OKI dengan mengajak warga mengembangkan budidaya jamur tiram di lingkungannya agar mereka tak lagi menggarap lahan mereka dengan cara sonor atau dibakar.

Salah satu lokasi yang menjadi lokasi pengembangan budidaya jamur tiram adalah Desa Sodong kecamatan Mesuji.

Di desa yang dulu pernah terjadi konflik berdarah itu pihak Kodim 0402 OKI mendirikan sebuah bangunan tempat budidaya jarum tiram dari kayu dan penutup dari plastik.

Baca juga: 3 Perusahaan di Kalimantan dan Sumatera Jadi Tersangka Karhutla

 

Sedangkan sarana tumbuh jamur dari tangkos bekas buah sawit yang disumbang salah satu perusahaan perkebunan di sana.

Setelah dilakuan penguapan dan diberi bibit jamur maka dalam waktu beberapa hari dari tangkos itu akan muncul jamur tiram yang siap dipanen setelah 8 sampai 10 hari. 

Saat ini dari tempat pembudidayaan jamur tiram itu sudah berhasil dilakukan 14 kali panen. Hasil panen selain di konsumsi sendiri sebagian ada yang dijual.

Kepala Staf Kodim 0402 OKI Mayor Ernanda mengatakan, budidaya jamur tiram di Desa Sodong ini adalah salah satu bentuk upaya yang dilakukan oleh Kodim 0402 OKI untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan di desa sodong yang selama ini kerap terjadi.

“Dengan budidaya jamur tiram Kodim  0402 OKI mengajak warga untuk tidak lagi menggarap lahan dengan cara dibakar seperti selama ini dilakukan,” katanya

Ernanda menambahkan, tidak hanya di Desa Sodong, budidaya jamur tiram juga sudah dilakukan d desa Suryaadi sebanyak 56 titik dan akan terus dikembangkan di tempat lain.

Baca juga: Karhutla Belum Teratasi, Gubernur Sumsel hingga Pelajar Gelar Shalat Minta Hujan

Kebun nanas

Selain budidaya jamur tiram Kodim 0402 OKI juga mengembangkan tanaman nanas di daerah gambut yang selama ini kerap terbakar.

Sudah ada 80 hektar lahan gambut di daerah Sepucuk Kecamatan Pedamaran Timur OKI yang ditanami buah nanas dan hasilnya di lokasi yang ditanami nanas tak pernah lagi terjadi kebakaran lahan.

Komandan Kodim OKI Letkol Riyandi mengungkapkan upaya pembudidayaan jamur tiram dan menanam buah nanas di lahan gambut terbukti efektif mencegah terjadinya kebakaran lahan.

Riyandi berharap agar pihak pemerintah daerah dapat mengadopsi apa yang sudah dilakukan Kodim OKI untuk diaplikasikan di lokasi-lokasi yang selama ini kerap terjadi kebakaran lahan. 

 

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemuda 19 Tahun Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Dianiaya Sejumlah Temannya

Pemuda 19 Tahun Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Dianiaya Sejumlah Temannya

Regional
Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Regional
Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Regional
Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Regional
Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Regional
Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Regional
PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

Regional
Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Regional
Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Regional
2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

Regional
29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

Regional
Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Regional
Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Regional
BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X