Petani Pamekasan Bakar Tembakau karena Harga Anjlok

Kompas.com - 28/08/2019, 13:22 WIB
Petani tembakau di Pamekasan berunjuk rasa di depan kantor Bupati Pamekasan sambil membakar tembakau rajangan yang baru selesai dipanen. KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANPetani tembakau di Pamekasan berunjuk rasa di depan kantor Bupati Pamekasan sambil membakar tembakau rajangan yang baru selesai dipanen.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Ratusan petani tembakau di Kabupaten Pamekasan bersama dengan Forum Masyarakat dan Mahasiswa Revolusi (Formasi) menggelar unjuk rasa di depan kantor Bupati Pamekasan, Rabu (28/8/2019).

Dalam aksi tersebut, petani membakar tembakau rajangan mereka yang baru selesai dipanen.

Abdul Aziz, salah satu petani mengatakan, harga tembakau saat ini tidak sesuai dengan ketetapan dari Pemkab Pamekasan dan harapan dari petani tembakau.


Pemkab Pamekasan menetapkan harga tembakau per kilogram Rp 40.000 untuk tembakau daerah pegunungan, Rp 32.000 untuk tembakau daerah sawah dan Rp 31.000 untuk tembakau daerah tegal.

Baca juga: Petani yang Bakar 5 Hektar Lahan untuk Pakan Ternak Jadi Tersangka Karhutla

"Ketetapan harga tembakau dari pemerintah itu merugikan petani. Sekarang harga di petani anjlok, per kilo Rp 29.000 untuk semua jenis tembakau. Maka, dibakar saja biar tahu kalau tembakau tidak ada harganya," terang Abdul Aziz.

Iklal, koordinator unjuk rasa dalam orasinya menuturkan, posisi petani tembakau saat ini dipermainkan oleh pemerintah dan pengusaha tembakau.

Pemerintah sama sekali tidak tegas dalam menindak perusahaan yang membeli tembakau murah.

Pemerintah juga menetapkan harga tembakau tidak sesuai dengan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh petani.

"Pengusaha sewenang-wenang membeli tembakau petani. Hal ini dibiarkan oleh pemerintah," ungkap Iklal.

Oleh sebab itu, petani meminta agar Pemkab Pamekasan tidak mengeluarkan izin pembelian kepada pengusaha yang sewenang-wenang dalam menentukan harga tembakau petani.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X