Ini Peran Tersangka Ibu dan Tiga Anaknya Dalam Kasus 4 Kerangka Manusia di Banyumas

Kompas.com - 27/08/2019, 19:10 WIB
Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun memberi keterangan kepada wartawan di Kantor Satreksrim Polres Banyumas, Jawa Tengah, Senin (26/8/2019). KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAINKapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun memberi keterangan kepada wartawan di Kantor Satreksrim Polres Banyumas, Jawa Tengah, Senin (26/8/2019).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Polisi membeberkan peran empat tersangka kasus pembunuhan yang kerangka korbannya ditemukan di kebun belakang rumah Misem, warga Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Dalam kasus penemuan kerangka manusia di kebun warga di Banyumas, empat kerangka yang ditemukan merupakan korban pembunuhan.

Identitas empat kerangka tersebut yakni Supratno alias Ratno (51), Sugiono alias Yono (46) dan Heri Sutiawan alias Heri (41). Sedangkan satu kerangka berjenis kelamin perempuan adalah anak dari Ratno, yaitu Vivin Dwi Loveana alias Pipin (22).

 

Sementara empat tersangka pembunuhan empat orang tersebut merupakan ibu dan tiga anaknya. Empat tersangka pembunuhan dan empat korbannya masih bersaudara. 

Baca juga: Temuan 4 Kerangka Manusia di Banyumas, Korban Dibunuh dengan Tabung Gas dan Besi

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun menjelaskan peran masing-masing pelaku pembunuhan saat pengungkapan kasus di Mapolres Banyumas, Selasa (27/8/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, berdasarkan keterangan pelaku, pembunuhan direncanakan oleh Irvan Firmansyah (32) dan adiknya Achmad Saputra (27). 

Rencana pembunuhan itu sudah atas sepengetahuan kakaknya, Sania Roulita (37) dan ibunya, Saminah (53).

Rencana pembunuhan dilakukan setelah Irvan terlibat perkelahian masalah harta dengan salah satu korban, Sugiono (46). 

Baca juga: Geger Temuan 4 Kerangka Manusia di Banyumas, Ibu dan 3 Anaknya Jadi Tersangka

"Setelah perkelahian dengan Sugiono (46) didiskusikan antara tersangka Irvan dan tersangka Putra, disampaikan kepada ibunya tersangka Saminah untuk menyampaikan niat mereka untuk melakukan pembunuhan terhadap tiga orang korban," kata Bambang saat ungkap kasus di Mapolres Banyumas, Selasa (27/8/2019).

Bambang mengatakan, untuk tersangka Irvan dan Putra akan dikenakan Pasal 340 KUHP terkait dengan pembunuhan berencana subsider Pasal 338 terkait dengan pembunuhan, juncto Pasal 55 dan subsider 362 KUHP dengan ancaman seumur hidup atau 20 tahun.

Sedangkan dua tersangka lain yang mengetahui perihal tersebut, yakni Saminah dan Sania, akan dikenakan Pasal 480 KUHP.

Saminah dan Sania tidak terlibat langsung dalam perencanaan pembunuhan, namun ikut menjual sejumlah barang milik korban.

Baca juga: Teka-teki Penemuan Kerangka Manusia dan Hilangnya 4 Anggota Keluarga

"Dia tidak terlibat dalam rangkaian pembunuhan maupun perencanaan, namun dia menjual barang-barang milik korban," ujar Bambang.

Saminah disebut menjual laptop milik salah satu korban. Sedangkan Sania menjual sepeda motor milik korban Supratno (51) dan Vivin Dwi Loveana (22).

Akibat rebutan harta

Tersangka Irvan dihadirkan dalam ungkap kasus penemuam kerangka manusia di Mapolres Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (27/82/109).KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN Tersangka Irvan dihadirkan dalam ungkap kasus penemuam kerangka manusia di Mapolres Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (27/82/109).
Seperti diberitakan, kasus pembunuhan  dilatarbelakangi persoalan perebutan harta orang tuanya, Misem.

Tersangka yang merupakan anak kedua Misem sering terlibat cekcok dengan saudaranya Supratno, Sugiono (46) dan Heri (41).

"Beberapa tahun terakhir mereka selalu cekcok terkait dengan penggunaan harta yang merupakan harta milik orangtuanya, Misem," kata Bambang.

Jadi, keluarga tersangka dan keluarga korban selama ini sama-sama tingal di tanah milik Misem yang luasnya 298 meter persegi. Di tanah tersebut berdiri dua rumah. 

Baca juga: Fakta Baru Penemuan Kerangka Manusia di Banyumas, Berpakaian Lengkap hingga Diduga Dibunuh

Rumah pertama yakni rumah Misem yang ditinggali bersama Supratno, Yono, Heri dan Vivin. Sedangkan rumah kedua ditinggali para tersangka, yaitu Minah dan ketiga anaknya, Sania, Irvan dan Achmad.

"Saminah (Minah) sudah membangun rumah di lahan tersebut, dibangunkan mantan suaminya. Ini menimbulkan kecemburuan yang lain. Sekitar 20 tahun lalu sempat datang pihak bank foto-foto rumah (Misem), seperti akan diagunkan. Ini menimbulkan kemarahan Minah dan memicu kemarahan saudara-saudaranya," ujar Bambang.

Menurut Bambang dua tersangka awalnya merencanakan pembunuhan terhadap ketiga korban.

Namun karena khawatir aksinya diketahui, akhirnya Vivin juga dibunuh karena pulang ke rumah setelah tersangka membunuh ketiga korban.

Baca juga: Polisi Lakukan Tes DNA Ungkap Identitas 4 Kerangka Manusia di Kebun Warga di Banyumas



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.