Penyelundupan 78 iPhone dan Samsung Dalam Kardus Air Mineral Digagalkan, Ini Kronologinya

Kompas.com - 27/08/2019, 17:23 WIB
Petugas BC Pelabuhan Sekupang saat melakukan pengecekan ponsel merek iPhone dan Samsung saat akan diselundupkan keluar Batam menggunakan Kapal Ferry Dumai Line 12, Selasa (27/8/2019). Dok. HUMAS BC BATAMPetugas BC Pelabuhan Sekupang saat melakukan pengecekan ponsel merek iPhone dan Samsung saat akan diselundupkan keluar Batam menggunakan Kapal Ferry Dumai Line 12, Selasa (27/8/2019).

BATAM, KOMPAS.com - Petugas Bea Cukai Hanggar Pelabuhan Domestik Sekupang berhasil menggagalkan penyelundupan 78 unit ponsel atau handphone (HP) merek iPhone dan Samsung pada Selasa (27/8/2019).

Modusnya, ke-78 HP tersebut dimasukkan ke dalam kardus air mineral, untuk mengelabuhi petugas bea cukai.

Kepala Bidang BKLI KPU BC Batam Sumarna membeberkan kronologi peristiwa tersebut.

Menurut dia, awalnya 78 HP itu akan diselundupkan ke luar Batam menggunakan kapal ferry Dumai Line 12.


Awalnya, petugas curiga dengan salah satu anak buah kapal (ABK) Dumai Line berinisial A yang membawa dua kardus air mineral melalui jalan belakang.

Baca juga: Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 95.340 Ekor Benih Lobster Senilai Rp 14 Miliar

Setelah digeledah, petugas mendapati dua dus ponsel merek iPhone dan Samsung yang jumlahnya ada 78 unit di dalam kardus air mineral tersebut.

Ke-78 HP itu dikemas sedemikian rupa, sehingga seolah-olah ABK tersebut membawa air mineral.

"Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan dan dibawa ke kantor KPU BC Batam," kata Sumarna melalui telepon ke Kompas.com, Selasa (27/8/2019).

Sumarna mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman terkait siapa pemilik 78 HP tersebut.

Ke-78 barang sitaan ini juga akan ditetapkan sebagai Barang Dikuasai Negara.

"Untuk nilai barang masih dilakukan penghitungan," ujar Sumarna.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X