Setjen DPD RI Minta Wali Kota Bandung Bersihkan Nama Baik Aceng Fikri

Kompas.com - 27/08/2019, 09:43 WIB
Mantan Bupati Garut Aceng Fikri saat ditemui wartawan di rumahny di Garut, Minggu (26/08/2019) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGMantan Bupati Garut Aceng Fikri saat ditemui wartawan di rumahny di Garut, Minggu (26/08/2019)

GARUT, KOMPAS.com – Sekretariat Jenderal DPD RI secara resmi meminta Wali Kota Bandung membersihkan nama baik Aceng HM Fikri sebagai anggota DPD RI setelah pada Kamis (22/8/2019) ikut diamankan ke kantor Satpol PP Kota Bandung.

Aceng terjerat dalam operasi yustisi yang digelar Satpol PP Kota Bandung bersama pelanggar lainnya.

Permohonan DPD RI tersebut tertuang dalam surat resmi yang dikeluarkan DPD RI sehari setelah kejadian.

“Iya, kami mengirimkan surat kepada Wali Kota Bandung, Cq Satpol PP Kota Bandung, intinya seperti yang dimaksud dalam surat tersebut,” jelas Sekretariat Jenderal DPD RI Reydonezar Moenek lewat pesan singkat, Selasa (27/8/2019) pagi kepada Kompas.com.

Baca juga: Status Anggota DPD, Pemeriksaan Aceng Fikri Dipisah Saat Terjaring Razia

Surat bernomor HM.00/2048/DPDRI/VIII/2019 tertanggal 23 Agustus 2019 tersebut bermaksud meminta klarifikasi dari Wali Kota Bandung sehubungan dengan berita di media elektronik terkait Aceng HM Fikri sebagai anggota DPD RI yang terjaring operasi yustisi pada Kamis (22/8/2019) di salah satu hotel di Kota Bandung.

Dalam suratnya, Setjen DPD RI meminta agar Wali Kota Bandung melakukan pemulihan harkat dan martabat serta nama baik Aceng HM Fikri sebagai anggota DPD RI mengingat pada saat kejadian, Aceng HM Fikri bersama istri sahnya.

Setjen DPD RI meminta, Wali Kota Bandung segera memberikan klarifikasi dan konferensi pers dalam waktu yang tidak terlalu lama dan dimuat dalam media cetak dan elektronik. Isinya, Aceng HM Fikri bersama istrinya terbukti tidak melakukan pelanggaran hukum dalam operasi yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Bandung.

Baca juga: Satpol PP Kota Bandung Bantah Cemarkan Nama Baik Aceng Fikri

Sebelumnya, Aceng Fikri yang tengah menginap di salah satu hotel di Kota Bandung, dibawa Satpol PP Kota Bandung yang tengah melakukan razia ke kantor lembaga itu karena alamat KTP Aceng dan istrinya berbeda.

Aceng sendiri mengaku telah berupaya memberi penjelasan kepada Satpol PP bahwa perempuan yang bersamanya adalah istri sahnya yang baru dinikahinya dua bulan lalu.

Namun, Satpol PP tidak memberinya kesempatan menjelaskan dan langsung diangkut menggunakan mobil Satpol PP ke kantor lembaga itu.

Belakangan, setelah di kantor Satpol PP, Aceng berhasil membuktikan bukti pernikahannya dengan wanita yang bersamanya.

Aceng dan istrinya memperlihatkan foto-foto pernikahan dirinya yang tersimpan dalam handphone-nya yang sebelumnya sempat ditahan Satpol PP hingga Aceng pun bisa kembali ke hotel tempatnya menginap.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selamat Berpulang Mas Djaduk...

Selamat Berpulang Mas Djaduk...

Regional
Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X