7 Fakta Perampok Toko Emas Bawa Bom, Ditangani Densus 88 hingga Serang Mantan Bupati

Kompas.com - 27/08/2019, 06:03 WIB
Tim Gegana terlihat melakukan pemeriksaan barang bukti yang diduga bom yang digunakan dalam aksi perampokan toko emas di Barat Kabupaten Magetan. KOMPAS.COM/SUKOCOTim Gegana terlihat melakukan pemeriksaan barang bukti yang diduga bom yang digunakan dalam aksi perampokan toko emas di Barat Kabupaten Magetan.

KOMPAS.com - Polisi masih melakukan penyelidikan terkait perampokan toko emas di Magetan, Jawa Timur. Seperti diketahui, pelaku mengancam membawa bomr rakitan untuk menakuti para pegawai toko yang berada di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. 

Tak hanya itu, pelaku yang diketahui berinisial YT (41), warga Desa Kincang Wetan, Madiun, Jawa Timur, juga membawa pistol mainan dan pedang.

Dalam pemeriksaan, YT ternyata juga pernah menusuk mantan Bupati Madiun periode 2008-2018, Muhtarom pada tahun 2009.

Sementara itu, Densus 88 Antiteror turun tangan dalam kasus penyelidikan perampokan toko emas tersebut. Petugas mendalami keterlibatan pelaku dengan jaringan terorisme. 

Baca fakta lengkapnya berikut ini:

1. Pelaku teriak bom dan bawa senjata api mainan

Brimob menggeledah kios di Jalan Diponegoro Desa Kincang Wetan, Madiun, Jawa Timur, Minggu (25/8/2019). Lokasi itu sehari hari digunakan Yunus, tersangka pelaku perampokan toko emas, untuk menjual plastik.KOMPAS.COM/SUKOCO Brimob menggeledah kios di Jalan Diponegoro Desa Kincang Wetan, Madiun, Jawa Timur, Minggu (25/8/2019). Lokasi itu sehari hari digunakan Yunus, tersangka pelaku perampokan toko emas, untuk menjual plastik.

Toko Emas Morodadi di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (24/8/2019) pagi, disatroni perampok.

Yunus, salah satu saksi, mengatakan, sekitar pukul 09.00 WIB, seorang pria tiba-tiba masuk toko dengan membawa sebilah pedang dan kantong kresek hitam. Pria berjaket biru tersebut juga berteriak-teriak, "Saya membawa bom."

"Di toko emas itu ramai orang, langsung berhamburan keluar," ujar Yunus.
Setelah itu, perampok kemudian mengancam kasir untuk tak berbuat macam-macam sekaligus memintanya menyerahkan uang di laci. Setelah itu, ia juga meraup perhiasan di etalase.

"Dia sempat memecah kaca etalase, lalu meraup sejumlah perhiasan," ujar Yunus.

Baca juga: Perampok Toko Emas di Magetan Pernah Tusuk Mantan Bupati Madiun

2. Pelaku dikepung warga

Toko Emas Morodai di Kecamatan Barat Kabupaten Magetan menjadi korban perampokan seorang pria dengan bersenjata pistol. Pelaku juga mengancam menggunakan bom.KOMPAS.COM/SUKOCO Toko Emas Morodai di Kecamatan Barat Kabupaten Magetan menjadi korban perampokan seorang pria dengan bersenjata pistol. Pelaku juga mengancam menggunakan bom.

Warga di sekitar Toko Emas Morodadi segera mengepung pelaku yang hendak melarikan diri menggunakan sepeda motor.

"Ada yang melempar dengan batako dari belakang ketika pelaku mau kabur naik motor," kata Yunus yang sehari-hari berdagang nasi bungkus di seberang toko.

Tidak hanya itu, ada pula warga yang nekat mengejar pelaku menggunakan sepeda motor. Pelaku yang panik akhirnya turun dari motor kemudian berlari. Saat itulah pelaku diringkus dan menjadi bulan-bulanan warga.

"Sempat lari ke pinggir jalan, tapi banyak warga yang mengepungnya kemudian melumpuhkannya," kata Yunus.

Rupanya, sebelum melakukan aksi, pelaku sempat mengintai sasaran. Saksi mata lain bernama Ahmad Supadi mengatakan, sebelum kejadian, pelaku terpantau mondar-mandir di sekitar toko.

Baca juga: Teriak "Saya Bawa Bom dan Bawa Pedang," Pria Ini Rampok Toko Emas

3. Pelaku sehari-hari berjualan tas kresek 

Ilustrasi penangkapan terduga teroris.KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Ilustrasi penangkapan terduga teroris.

YT, perampok toko emas yang membawa pedang dan bom rakitan di Magetan, Jawa Timur, merupakan pedagang kantong kresek.Hal itu dibenarkan oleh salah satu warga Desa Kincang Wetan, Sapto. 

Dirinya mengatakan, kios Yunus berada di Jalan Diponegoro, Desa Kincang Wetan, Kabupaten Madiun.Kios Yunus berada di paling ujung.

"Sehari harinya dia jualan plastik kresek di kios itu. Jualan ya dari pagi sampai siang biasanya," ujarnya, Sabtu (24/08/2019). 

Baca juga: Perampok Toko Emas yang Bawa Bom Merupakan Penjual Kantong Kresek

4. Polisi: Pelaku menggunakan pistol mainan

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Setelah diamankan, polisi segera meminta keterangan pelaku. YT mengaku senjata digunakannya adalah senjata mainan.

Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai mengatakan, pihaknya saat ini masih mendalami kasus perampokan itu serta ancaman penggunaan bom rakitan.

"Senjata yang digunakan itu pistol mainan,” kata Riffai, Sabtu.

Seperti diberitakan sebelumnya, YT merampok Toko Emas Morodadi cap Dewi Sri di Kecamatan Barat Kabupaten Magetan menjadi korban perampokan, Sabtu kemarin.

YT sempat membawa kabur sejumlah perhiasan dan uang, namun warga yang melihat aksi kejahatan tersebut berhasil menangkapnya.

Baca juga: Senjata yang Dipakai Perampok Toko Emas di Magetan Ternyata Pistol Mainan

5. YT pernah dipenjara karena menusuk Bupati Muhtarom

Ilustrasi penusukan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi penusukan.

Berdasar keterangan polisi, YT pernah melakukan tindak pidana penusukan terhadap mantan Bupati Madiun, Muhtarom pada 2009.

Tindakan tersebut, menurut pelaku, lantaran dirinya tak suka dengan cara Muhtarom membagi-bagi bantuan saat bertatap muka dengan masyarakat.

"Sebelum merampok toko emas, dahulu yang bersangkutan memang pernah menusuk mantan Bupati Madiun, Muhtarom. Dia pernah menusuk Pak Bupati dengan obeng saat acara sarasehan Bakti Sosial Terpadu di Desa Kincang, Kecamatan Jiwan," kata Suharyono, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Madiun Kota, saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (25/8/2019).

Baca juga: Detik-detik Penangkapan Perampok Toko Emas yang Bawa Bom

6. Tim Gegana dikerahkan di lokasi perampokan

Tim Gegana membawa 2 barang bukti  yang diduga bom yang digunakan pelaku perampokan Toko Emas Morodadi Barat Magetan. Barang yang diduga rakitan bom tersebut saat ini diamankan oleh Tim Gegana Polda Jawa Timur.KOMPAS.com/SUKOCO Tim Gegana membawa 2 barang bukti yang diduga bom yang digunakan pelaku perampokan Toko Emas Morodadi Barat Magetan. Barang yang diduga rakitan bom tersebut saat ini diamankan oleh Tim Gegana Polda Jawa Timur.

Tidak mau ambil risiko, tim Gegana dikerahkan ke toko emas Morodadi Dewi Sri. Pasalnya, pelaku YT, sempat melakukan ancaman dengan membawa bom rakitan saat beraksi.

Mobil khusus Gegana nampak diparkir di Polsek Barat, sementara sejumlah anggota tim gegana terlihat sibuk melakukan kegiatan pemeriksaan.

Tim Gegana pun berhasil mengamankan dua bungkus plastik yang diduga bom rakitan. Namun, polisi masih akan menyelidiki dua 

“Gegana melakukan identifikasi terkait penemuan dua barang yang diduga rakitan bom,” ujar Kasatreskirm Polres Magetan AKP Sukatni Senin (26/08/2019).

Sukatni menambahkan, tim Gegana masih akan melakukan penelitian dua barang yang diduga bom tersebut.

Baca juga: Tim Gegana Periksa Lokasi Perampokan dengan Bom di Magetan

7. Diduga terlibat jaringan terorisme, Densus dikerahkan

Ilustrasi Densus 88PERSDA NETWORK/BINA HARNANSA Ilustrasi Densus 88

Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai mengatakan, kasus perampokan toko emas telah ditangani Densus 88 Antiteror. Namun, Riffai tidak mengetahui apakah perampok bernama YT itu terlibat jaringan terorisme.

"Untuk jaringan (teroris) kurang tahu, soalnya sudah ditangani oleh Densus,” ujar Riffai melalui pesan WhatsApp, Senin (26/8/2019).

Seperti diketahui, Senin siang Tim Gegana Polda Jatim mengamankan dua barang yang diduga bom rakitan yang digunakan YT. 

Baca juga: Perampok Toko Emas yang Bawa Bom di Magetan Ditangani Densus 88

Sumber: KOMPAS.com (Sukoco, Muhlis Al Alawi)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Bongkar Kasus Penipuan Penerimaan Taruna Akpol Semilai Rp 1 Miliar

Polisi Bongkar Kasus Penipuan Penerimaan Taruna Akpol Semilai Rp 1 Miliar

Regional
Pembantu Ini Sudah 4 Kali Cabuli Bayi sambil Video Call Suami

Pembantu Ini Sudah 4 Kali Cabuli Bayi sambil Video Call Suami

Regional
Fakta Pembantu Cabuli Bayi 8 Bulan saat Video Call Suami, Berusia 19 Tahun dan Residivis Narkoba

Fakta Pembantu Cabuli Bayi 8 Bulan saat Video Call Suami, Berusia 19 Tahun dan Residivis Narkoba

Regional
Cerita Dosen Unpad Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Cerita Dosen Unpad Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Staf KPU Yahukimo Dibunuh, Ketua KPU Minta Seluruh Jajaran Hati-hati Saat Jalankan Tugas

Staf KPU Yahukimo Dibunuh, Ketua KPU Minta Seluruh Jajaran Hati-hati Saat Jalankan Tugas

Regional
Jumlah Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Capai 1.451 Orang, Pendaftaran Masih Dibuka

Jumlah Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Capai 1.451 Orang, Pendaftaran Masih Dibuka

Regional
Social Engineering, Kejahatan yang Membuat Uang Rp 44 Juta Milik Nasabah Raib dalam 11 Menit

Social Engineering, Kejahatan yang Membuat Uang Rp 44 Juta Milik Nasabah Raib dalam 11 Menit

Regional
Sepi Pembeli akibat Covid-19, Pedagang Pasar Wage Purwokerto Ramai-ramai Klotekan

Sepi Pembeli akibat Covid-19, Pedagang Pasar Wage Purwokerto Ramai-ramai Klotekan

Regional
Bebas Murni, Nazaruddin Ingin Bangun Masjid dan Pesantren

Bebas Murni, Nazaruddin Ingin Bangun Masjid dan Pesantren

Regional
Penumpang Kapal Pelni Dapat Diskon Perayaan Kemerdekaan

Penumpang Kapal Pelni Dapat Diskon Perayaan Kemerdekaan

Regional
18 Agustus 2020, Uji Coba Belajar Tatap Muka SMK dan SMA di Jatim

18 Agustus 2020, Uji Coba Belajar Tatap Muka SMK dan SMA di Jatim

Regional
Pasca-jaringan Lumpuh, Telkomsel Jual Paket Data 5 GB Hanya Rp 1, Begini Caranya

Pasca-jaringan Lumpuh, Telkomsel Jual Paket Data 5 GB Hanya Rp 1, Begini Caranya

Regional
Pembantu Ternyata Residivis Kasus Narkoba, Bayi Majikan Malah Dicabuli dengan Botol Parfum dan Disaksikan Suaminya

Pembantu Ternyata Residivis Kasus Narkoba, Bayi Majikan Malah Dicabuli dengan Botol Parfum dan Disaksikan Suaminya

Regional
Pelanggar Protokol Covid–19 di Gorontalo Bakal Didenda Rp 500.000

Pelanggar Protokol Covid–19 di Gorontalo Bakal Didenda Rp 500.000

Regional
Cuma Satu Lomba 17 Agustus yang Diizinkan Pemkot Padang

Cuma Satu Lomba 17 Agustus yang Diizinkan Pemkot Padang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X