Sidang PTUN, Saksi Sebut Benny Bachtiar Sudah Sah untuk Dilantik Jadi Sekda Kota Bandung

Kompas.com - 26/08/2019, 20:28 WIB
Staff Ahli Pemerintah Kota Cimahi Benny Bachtiar mendatangi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (23/5/2019).  Kedatangan Benny ke PTUN adalah untuk mendaftarkan gugatan yang ditujukan kepada Wali Kota Bandung Oded M Danial. KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA.Staff Ahli Pemerintah Kota Cimahi Benny Bachtiar mendatangi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (23/5/2019). Kedatangan Benny ke PTUN adalah untuk mendaftarkan gugatan yang ditujukan kepada Wali Kota Bandung Oded M Danial.

BANDUNG, KOMPAS.com - Sidang sengketa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung kembali berlanjut, Senin (26/8/2019).

Kali ini, Benny Bachtiar selaku penggugat menghadirkan saksi fakta dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi, kepala Bidang Pengembangan Karir BKD Pemprov Jawa Barat mengatakan, menurut peraturan, Benny Bachtiar sudah sah dilantik sebagai sekda Kota Bandung.

Benny merupakan satu dari tiga kandidat yang mengikuti seleksi terbuka alias lelang jabatan Sekda Kota Bandung bersama Ema Sumarna dan Salman Fauzi.

"Dari tiga orang ditetapkan satu orang kandidat terpilih. Setelah dilakukan wawancara, diminta saudara Benny untuk dilantik menjadi sekda," kata Dedi, Senin sore.

Baca juga: Sidang PTUN, Benny Sebut Pengangkatan Ema Sebagai Sekda Kota Bandung Tidak Sah

Lebih lanjut Dedi mengungkapkan, Pemprov Jawa Barat sebagai kepanjangan tangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memberikan surat rekomendasi kepada Wali Kota Bandung Oded M Danial untuk segera melantik Benny Bachtiar setelah keluar Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri nomor 821/7288/SJ yang dibuat tanggal 20 September 2018 tentang penetapan Benny Bachtiar sebagai Sekda Kota Bandung.

Namun demikian, Oded tidak kunjung melantik Benny hingga akhirnya setelah enam bulan masa jabatanya sebagai wali Kota Bandung terpilih, Ema Sumarna justru yang dilantik sebagai sekda Kota Bandung.

Dedi mengatakan pihaknya sempat bertemu Oded untuk meminta alasan tidak melantik Benny.

"Pernah disampaikan secara lisan. Beliau, Pak Wali Kota, menyampaikan untuk pelantikan harus melihat perkembangan. Beliau bilang, saat itu tidak memungkinkan untuk melantik saudara Benny dengan beberapa pertimbangan terkait penerimaan PNS terhadap Benny dan ada sejumlah fraksi dewan yang menolak. Sementara itu yang saya tahu,” ucapnya.

Sementara itu, Bambang Suhari, pengacara wali Kota Bandung yang juga kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Bandung membantah alasan tidak dilantiknya Benny Bachtiar sebagai sekda Kota Bandung karena penolakan beberapa fraksi di DPRD Kota Bandung dan ASN Pemerintah Kota Bandung.

“Sampai saat ini, kami berpedoman kepada alasan Pak Wali Kota Bandung bahwa Pak Ema (Sumarna) menempati rangking 1 pada hasil seleksi (lelang jabatan Sekda). Argumentasi yang kamiketahui dari Pak Wali Kota Bandung adalah itu," kata Bambang.

Baca juga: Daftar ke PTUN, Benny Bachtiar Resmi Gugat Wali Kota Bandung

Lebih lanjut Bambang menegaskan tidak ada alasan lain dari wali Kota Bandung untuk melanatik Ema selain karena masalah peringkat.

“ Saya tidak menyebut ada atau tidak (penolakan sejumlah fraksi di DPRD dan ASN) . Fakta hukumnya adalah kenapa pak wali kota memilih Pak Ema adalah karena Pak Ema hasil seleksinya menempati ranking pertama,” tandasnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X