Warga Jayapura Tuntut Kompensasi atas Pemblokiran Internet di Papua

Kompas.com - 26/08/2019, 15:36 WIB
Ilustrasi pemblokiran internet, internet Papua diblokir ShutterstockIlustrasi pemblokiran internet, internet Papua diblokir

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pemblokiran layanan data Telkom Grup yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk sejumlah daerah di Provinsi Papua dan Papua Barat, telah memasuki hari ke-8.

Kebijakan yang dikeluarkan untuk mencegah penyebaran informasi tidak benar terkait aksi protes dugaan tindakan rasisme yang diterima mahasiswa Papua tersebut pun telah menuai pro dan kontra.

Bahkan sejumlah warga di Kota Jayapura pada Senin (26/08/2019) menggelar unjuk rasa untuk meminta pemblokiran segera diakhiri dan ada kompensasi atas kerugian yang dialami masyarakat.

"PT Telkomsel sebagai anak perusahaan dari PT Telkom segera mengganti kerugian konsumen selama 1 minggu dalam bentuk dispensasi 1 bulan," ujar Koordinator Koalisi Konsumen Bersatu, Leo Himan.

Baca juga: Layanan Data di Papua Diblokir, Proyek Rp 700 Miliar Gagal Dilelang

Ia mengancam, bila dalam 2 hari Kementerian Kominfo tidak menghidupkan jaringan data, maka akan ada unjuk rasa susulan dengan jumlah massa lebih besar.

Sementara itu, General Manager Telkom Witel Papua, Sugeng Widodo menjelaskan bahwa pemblokiran dilakukan oleh Kementerian Kominfo, dan Telkom tidak memiliki wewenang untuk menghidupkan layanan data di Papua dan Papua Barat.

Menurut dia, 98 persen perkantoran dan masyarakat di Jayapura menggunakan layanan Telkom Group, sehingga pemblokiran ini diakuinya akan sangat mempengaruhi aktifitas masyarakat.

Dari sisi kuota data yang biasa digunakan, Telkom dalam kondisi normal telah menggunakan lebih dari 100 Gbps data untuk konsumen di Jayapura.

"Jadi kontrolnya di Kominfo, Kominfo bisa mengetahui, penggunaan mana saja yang paling banyak diakses dan apa yang diakses, sehingga kami mengikuti arahan sesuai dari Kominfo," terangnya.

Mengenai tuntutan kompensasi, Sugeng menyebut hal tersebut belum ada dalam wacana Telkom.

Baca juga: Birokrasi Lumpuh, Pemerintah Provinsi Papua Minta Pemblokiran Layanan Internet Dicabut

Sementara itu, General Manager Sales Telkomsel Regional Papua-Maluku, Alfon Oktrianda menyebut sudah ada pembahasan mengenai kompensasi bagi konsumen. Namun keputusan tersebut akan dibuat oleh manajemen pusat.

"Telkomsel belum bisa memberikan informasi pasti mengingat pemblokiran ini merupakan instruksi dari pemerintah," katanya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Serang Catatkan Rekor Tertinggi

Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Serang Catatkan Rekor Tertinggi

Regional
Pulang dari Tempat Hiburan Malam, Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria

Pulang dari Tempat Hiburan Malam, Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria

Regional
Di-PHK dan Diusir, Puluhan Pekerja Sawit Asal NTT Terlantar, Ada yang Bawa Bayi

Di-PHK dan Diusir, Puluhan Pekerja Sawit Asal NTT Terlantar, Ada yang Bawa Bayi

Regional
Pemprov Riau Cairkan Rp 4,7 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis

Pemprov Riau Cairkan Rp 4,7 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Regional
Hasil Tes Kesehatan dan Berkas Paslon Pilkada Grobogan Penuhi Syarat

Hasil Tes Kesehatan dan Berkas Paslon Pilkada Grobogan Penuhi Syarat

Regional
Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Regional
Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Regional
Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Regional
Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Regional
Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Regional
Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Regional
Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Regional
Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X