Dendam ABK KM Mina Sejati Ini Berujung Maut...

Kompas.com - 26/08/2019, 15:03 WIB
Seorang ABK KM Mina Sejati dengan kepala diperban diturunkan dari KRI Teluk Lada ke Speedboat untuk diantar ke Pelabuhan Dobo,Kepulauan Aru,  Selasa (20/8/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYSeorang ABK KM Mina Sejati dengan kepala diperban diturunkan dari KRI Teluk Lada ke Speedboat untuk diantar ke Pelabuhan Dobo,Kepulauan Aru, Selasa (20/8/2019)

AMBON,KOMPAS.com-Aksi pembunuhan di atas Kapal Motor (KM) Mina Sejati saat kapal itu tengah berada di perairan Kepulauan Aru, Maluku telah direncanakan sebelumnya oleh salah seorang pelaku bernama Ferry Dwi Lesmana.

Pembunuhan di atas KM Mina Sejati bermula dari perkelahian antara Ferry dan salah satu ABK lainnya saat sedang memancing cumi dari atas kapal tersebut.

Perkelahian di antara keduanya dipicu lantaran tali senar milik kedua ABK saling terkait.

Baca juga: Terungkap, Penyebab Perkelahian hingga Memicu Pembunuhan ABK KM Mina Sejati

Setelah kejadian itu, wakil kapten kapal yang tidak disebutkan identitasnya kemudian memarahi Ferry dan rekannya itu.

Wakil kapten juga enggan bertegur sapa dengan kedua ABK tersebut selama berhari-hari lamanya.

Dari kejadian itu, Ferry kemudian marah dan mulai menyimpan dendam hingga pada akhirnya dia merencanakan aksi pembalasan.

Pada tanggal 16 Agustus 2019, Ferry kembali terlibat perkelahian dengan ABK lainnya, namun dapat dilerai oleh ABK yang lain.

Puncaknya, pada tanggal 17 Agustus 2019, pukul 10.00 WIT, Ferry bersama dua ABK lainnya yakni Nurul Huda dan juga Qersim Ibnu Malik menyerang ABK yang lain dengan menggunakan senjatatajam.

Hubungan Fery, Nurul Huda dan Qersim Ibnu Malik sendiri merupakan keluarga dekat yakni sebagai anak, bapak dan paman.

“Jadi semua masalahnya dari situ,” kata Kapolres Kepulauan Aru AKBP Adolof Bormasa kepada Kompas.com via telepon selulernya, Senin (26/8/2019).

Baca juga: Ini Penyebab Pelaku Pembantaian di KM Mina Sejati Sempat Beri Uang dan Pelampung ke Satu ABK

Menurut Adolof, pembantaian itu sendiri terjadi saat seluruh ABK lain sedang tertidur pulas karena semalaman memancing cumi.

”Jadi saat itu mereka tidur lelap sama sekali, tiba-tiba pukul 10.00 WIT ada yang berteriak baru mereka terbangun dan berhamburan," terangnya.

Adolof mengatakan, saat kejadian itulah 13 ABK akhirnya memilih melompat ke laut. Dari jumlah itu, 11 ABK dinyatakan selamat sementara 2 ABK tewas.

Kedua ABK yang tewas itu ikut mengalami luka-luka di sekujur tubuh mereka.

“Jadi total 36 prang di atas kapal lalu 13 lompat ke laut, dua ditemukan tewas dan 11 selamat. Untuk 23 ABK lain kita belum tahu keberadaannya,”ujarnya.

Sebelumnya, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Aru, Letkol Laut Suharto Silaban juga mengungkapkan bahwa aksi pembantaian di atas KM Mina Sejati terjadi saat para ABK sedang tertidur.

Silaban mengatakan, para ABK yang sempat melihat sejumlah ABK lainnya dihabisi itu baru terbangun setelah lonceng di atas kapal itu berbunyi. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jatuh dari Boncengan Ojol, Ibu 4 Anak di Samarinda Tewas Terlindas Bus

Jatuh dari Boncengan Ojol, Ibu 4 Anak di Samarinda Tewas Terlindas Bus

Regional
Turis Rusia yang Hilang di Bali Diduga akibat Ditarik Ikan Besar

Turis Rusia yang Hilang di Bali Diduga akibat Ditarik Ikan Besar

Regional
Terungkap, Siswi Tewas di Gorong-gorong Karena Dibunuh Ayah Kandung

Terungkap, Siswi Tewas di Gorong-gorong Karena Dibunuh Ayah Kandung

Regional
Tak Segera Siapkan Bajunya, Remaja Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu Berkali-kali

Tak Segera Siapkan Bajunya, Remaja Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu Berkali-kali

Regional
Petugas Gunakan Air Laut Padamkan 10 Hektare Lahan yang Terbakar di Meranti

Petugas Gunakan Air Laut Padamkan 10 Hektare Lahan yang Terbakar di Meranti

Regional
2 Siswa yang Sodorkan Kotoran Manusia ke Adik Kelas Dikeluarkan dari Asrama, tapi...

2 Siswa yang Sodorkan Kotoran Manusia ke Adik Kelas Dikeluarkan dari Asrama, tapi...

Regional
Bantah WNA Singapura Meninggal di Batam karena Corona, Tim Medis Sebut Pasien Sudah Lama Sakit-sakitan

Bantah WNA Singapura Meninggal di Batam karena Corona, Tim Medis Sebut Pasien Sudah Lama Sakit-sakitan

Regional
Polisi Ungkap Ciri-ciri Mayat Tanpa Kepala di Bondowoso

Polisi Ungkap Ciri-ciri Mayat Tanpa Kepala di Bondowoso

Regional
Cerita Bripda Armanjas, Tetap Bantu Korban Banjir Meski Digigit Ular hingga Akhirnya Pingsan

Cerita Bripda Armanjas, Tetap Bantu Korban Banjir Meski Digigit Ular hingga Akhirnya Pingsan

Regional
Jumlah Babi yang Mati di NTT Mencapai 1.341 Ekor

Jumlah Babi yang Mati di NTT Mencapai 1.341 Ekor

Regional
Ibu Delis Sempat Benci Dengar Omongan Anaknya Tewas karena Kecelakaan Tak Sengaja

Ibu Delis Sempat Benci Dengar Omongan Anaknya Tewas karena Kecelakaan Tak Sengaja

Regional
Anggota SAR Brimob Dipatuk Ular saat Bantu Evakuasi Korban Banjir

Anggota SAR Brimob Dipatuk Ular saat Bantu Evakuasi Korban Banjir

Regional
Heboh Pasien Suspect Corona Meninggal Lalu Dibungkus Plastik di Semarang, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Heboh Pasien Suspect Corona Meninggal Lalu Dibungkus Plastik di Semarang, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Regional
Kronologi Lengkap Anak Tendang Ibu Kandung yang Viral di Facebook

Kronologi Lengkap Anak Tendang Ibu Kandung yang Viral di Facebook

Regional
'Gojek Tuyul' Mengincar Bonus dari Transaksi Fiktif

"Gojek Tuyul" Mengincar Bonus dari Transaksi Fiktif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X