Tembakan Salvo Iringi Pemakaman Ipda Erwin, Polisi yang Dibakar di Cianjur

Kompas.com - 26/08/2019, 14:14 WIB
Prosesi pemakaman Ipda Erwin Yudha Wildani di Taman Makam Pahlawan Cikaret, Cianjur, Jawa Barat, Senin (26/08/2019) secara kedinasan yang dipimpin Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANProsesi pemakaman Ipda Erwin Yudha Wildani di Taman Makam Pahlawan Cikaret, Cianjur, Jawa Barat, Senin (26/08/2019) secara kedinasan yang dipimpin Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi

CIANJUR, KOMPAS.com – Tembakan salvo mengiringi prosesi pemakaman Ipda Erwin Yudha Wildani (45) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikaret, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (26/08/2019).

Anggota Polsek Cianjur kota yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Bojongherang, Cianjur itu meninggal dunia, Senin (26/08/2019) dini hari di RSP Pertamina, Jakarta setelah sempat menjalani perawatan medis selama 12 hari.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi bertindak selaku inspektur upara dalam proses pemakaman yang digelar secara kedinasan itu. 

Turut hadir para pejabat di lingkungan Polda Jabar, Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah, plt Bupati Cianjur, H. Herman Suherman, Dandim 0608 Letkol Rendra Dwi Ardhani, jajaran Forkopimda lainnya, para personil TNI/Polri dan keluarga serta kerabat korban.

Baca juga: RSPP: Kondisi Ipda Erwin Menurun dari Minggu hingga Meninggal Dunia

“Hari ini kita melaksanakan pemakaman Ipda Erwin yang meninggal dunia tadi malam. Almarhum gugur dalam tugas saat mengamankan aksi unjukrasa di Cianjur,” tutur Rudy kepada wartawan usai pemakaman, Senin.

Meninggalnya Erwin, sebut dia membuktikan jika tugas sebagai anggota kepolisian sangatlah berat bahkan sampai harus mengorbankan nyawa.

“Kami semua anggota Polri sudah berjanji sudah memilih jalan hidup sebagai anggota polisi dengan semua resiko yang tidak mudah bahkan sampai harus mengorbankan nyawa,” katanya.

Namun begitu, tegas Rudy, seorang anggota polisi tetap harus melaksanakan tugasnya sebagai pelayanan masyarakat dan bertanggungjawab terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Semoga ini kejadian yang terakhir, dan kita tetap melanjutkan pelayanan kita terhadap masyarakat walaupun tidak semudah yang dibayangkan bahkan dengan risiko nyawa kita sebagai anggota Polri,” ungkapnya.

Baca juga: Ipda Erwin, Polisi yang Dibakar di Cianjur Meninggal, akan Dimakamkan di TMP Cikaret

Tinggalkan dua anak, alami luka bakar 70 persen

Almarhum meninggalkan seorang istri Sukarni (45) dan dua orang anak, Erik Saputra (20) dan Adinda Wulandari (18).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X