Terungkap, Penyebab Perkelahian hingga Memicu Pembunuhan ABK KM Mina Sejati

Kompas.com - 26/08/2019, 12:38 WIB
sejumlah  ABK KM Mina Sejati dengan saat dievakuasi dengan menggunakan Speedboat dari KRI Teluk Lada untuk dibawa ke  Pelabuhan Dobo, Kepulauan Aru, Selasa (20/8/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYsejumlah ABK KM Mina Sejati dengan saat dievakuasi dengan menggunakan Speedboat dari KRI Teluk Lada untuk dibawa ke Pelabuhan Dobo, Kepulauan Aru, Selasa (20/8/2019)

”Dari situ selama berhari-hari wakil kapten kapal tidak lagi bersuara dengan Ferry. Jadi persoalannya dari situ kemudian mulai timbul dendam lalu rencana itu dilakukan,”katanya.

Menurut Adolof, peristiwa keributan antara Ferry dan seorang ABK lainnya itu telah terjadi beberapa waktu yang lalu sebelum aksi pembantaian itu terjadi di atas kapal.

Sayangnya, para ABK yang dimintai keterangannya sudah tidak ingat lagi kapan persisnya aksi perkelahian yang melibatkan Ferry dan satu ABK lainnya itu terjadi.

“Kejadian antara Ferry dan satu ABK itu sudah terjadi beberapa waktu lalu sebelum aksi pembunuhan itu terjadi, hanya saja para ABK yang kami mintai keterangannya sudah lupa harinya kapan,” katanya.

Baca juga: Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Dia menambahkan, Ferry yang semakin dendam lantas kembali terlibat keributan dan perkelahian dengan para ABK lainnya pada tanggal 16 Agustus 2019 malam. Namun, kejadian itu kembali dapat dilerai oleh para ABK dan kemudian diselesaikan.

Saat kejadian perkelahian itu, Ferry ikut dibantu oleh dua ABK lainnya yakni Nurul Huda dan juga Qersim Ibnu Malik yang diketahui memiliki hubungan saudara dekat dengan Ferry.

Ketiga pelaku diketahui sebagai  anak, bapak dan paman.

Adolof mengaku setelah kejadian di malam hari itu, besok paginya saat seluruh ABK masih tertidur pulas, ketiga pelaku ini lalu beraksi dengan memanfaatkan situasi tersebut untuk membunuh rekan-rekannya sesama ABK tersebut.

“Jadi puncaknya itu jam 10.00 pagi. Jadi malam itu mereka tidur lelap sama sekali, semua tertidur saat itu, tiba-tiba ada yang berteriak baru mereka terbangun dan berhamburan,”terangnya.

Polisi sendiri memastikan, saat kejadian itu terdapat 36 ABK dan termasuk nakhoda dan juga tiga terduga pelaku pembunuhan di atas kapal tersebut.

Saat pembunuhan itu terjadi, 13 orang termasuk nakhoda kapal memilih menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut.

Dari jumlah ABK yang melompat ke laut itu, 11 ditemukan selamat sedangkan dua ABK lainnya ditemukan tewas.

Saat ini 20 ABK bersama 3 pelaku pembantaian masih belum diketahui nasibnya hingga saat ini. 

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X