Danramil Tambaksari Diskors Terkait Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua, Ini Alasannya

Kompas.com - 26/08/2019, 06:21 WIB
Sejumlah polisi menggunakan perisai mendobrak dan menjebol pintu pagar Asrama Papua Surabaya di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANSejumlah polisi menggunakan perisai mendobrak dan menjebol pintu pagar Asrama Papua Surabaya di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Danramil 0831/02 Tambaksari Mayor Inf N.H Irianto diskors, buntut dari pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya sepekan lalu.

Total ada lima anggota TNI yang saat ini diskors dan menjalani pemeriksaan.

"Skorsing itu namanya pemberhentian sementara, sifatnya temporer. Walaupun sebenarnya itu merupakan sanksi juga ya, jadi hak-hak dia dikurangi juga," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya Letkol Arm Imam Hariyadi Minggu (25/8/2019) malam.

Imam mengatakan skorsing dilakukan untuk memudahkan Pomdam V/Brawijaya melakukan penyidikan.

Baca juga: Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Selain Danramil Tambaksari, Imam tidak menjelaskan secera rinci 4 anggota TNI lainnya yang diperiksa. Namun mereka diduga ikut melontarkan makian kepada mahasiswa asal Papua.

Ia juga mengatakan bahwa semua yang ada di lapangan sudah dimintai keterangan,

"Saya kurang tahu. Nanti yang lain juga akan didalami apakah hanya saksi atau diduga ikut terlibat (melontarkan kata-kata rasis), yang jelas kalau saya lihat ada satu kelihatan emosi," kata Imam.

Pomdam juga telah melengkapi berkas perkara sehingga kasus tersebut bisa dibawa segera ke persidangan.

Imam menjelaskan sanksi baru akan diputuskan melalui persidangan di peradilan militer.

Baca juga: Pemblokiran Internet di Papua Dinilai Bisa Sumbat Informasi Faktual

 

3 tersangka kasus kerusuhan di Manokwari

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, dalam jumpa pers, yang berlangsung, Jumat (23/8/2019) sore.BUDY SETIAWAN Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, dalam jumpa pers, yang berlangsung, Jumat (23/8/2019) sore.
Polda Papua Barat telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembakaran dan penjarahan, pada kerusuhan yang terjadi di Manokwari, Senin (19/8/2019) lalu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X