Terjerat Perangkap, Beruang Madu Dievakuasi ke Hutan Lindung Pasaman

Kompas.com - 25/08/2019, 13:39 WIB
Seekor beruang madu terjerat perangkap warga di Pasaman Barat, Sumatera Barat, Sabtu (24/8/2019) Dok BKSDA PasamanSeekor beruang madu terjerat perangkap warga di Pasaman Barat, Sumatera Barat, Sabtu (24/8/2019)

PADANG, KOMPAS.com - Seekor beruang madu yang sempat meresahkan warga Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, akhirnya berhasil dijerat.

Beruang madu dengan nama latin helarctos malayanus itu terjerat di kebun sawit pada Sabtu (24/8/2019) kemarin.

"Saat ini, satwa yang dilindungi itu kami kirim ke habitatnya di kawasan hutan lindung Tonang Talu, Pasaman," ujar Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pasaman, Ade Putra, kepada Kompas.com, Minggu (25/8/2019).

Menurut Ade, beruang madu berjenis kelamin betina dan berusia kurang lebih 2 tahun tersebut terjerat pada bagian kaki sebelah kanan.

Baca juga: Kena Jerat, Beruang Madu Mati di Hutan Senepis Riau

Jerat itu sebelumnya dipasang pemilik kebun sawit untuk menangkap hama babi yang sering mengganggu tanaman warga.

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Pasaman yang mendapatkan laporan dari masyarakat langsung mendatangi lokasi kejadian bersama dengan petugas medis kesehatan hewan dari Puskeswan Simpang Ampek Pasaman Barat.

"Berdasarkan keterangan saksi mata dari warga setempat, diketahui ada satu ekor lainnya yang berada di sekitar tempat satwa dilindungi tersebut terjerat," kata Ade.

Upaya penyelamatan dilakukan dengan pembiusan melalui tembakan sumpit. Setelah dilakukan observasi oleh petugas medis dan dipastikan tidak mengalami cedera serius, satwa tersebut digiring menuju kawasan hutan lindung Tonang Talu, tempat habitatnya semula.

"Ketika upaya pelaksanaan penyelamatan sedang dilakukan, petugas sempat mendapatkan gangguan dari beruang lainnya, namun dapat diantisipasi dengan mengusirnya menggunakan suara bunyi-bunyian," ujar Ade.

Baca juga: Setelah Telepon dan Bercanda dengan Istri, Pria Ini Dimakan Hidup-hidup oleh Beruang

Sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, setiap orang dilarang menangkap, membunuh, melukai, memiliki, menyimpan, mengangkut, memelihara, dan memperniagakan satwa dilindungi.

Pelanggaran terhadap larangan itu adalah ancaman pidana maksimal 5 tahun dan denda Rp 200 juta.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X