Cari 20 ABK Korban Pembantaian, KM Mina Sejati Akan Ditarik ke Daratan

Kompas.com - 24/08/2019, 17:34 WIB
Sebanyak 35 Anak Buah Kapal (ABK) KM Gemilang Samudera dibawa ke Kantor Polres Kepulauan Aru, Maluku untuk dimintai keterangan soal insiden pembunuhan di atas KM Mina Sejati, Kamis (22/8/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSebanyak 35 Anak Buah Kapal (ABK) KM Gemilang Samudera dibawa ke Kantor Polres Kepulauan Aru, Maluku untuk dimintai keterangan soal insiden pembunuhan di atas KM Mina Sejati, Kamis (22/8/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Upaya pencarian terhadap 23 anak buah kapal (ABK) KM Mina Sejati termasuk di dalamnya 3 pelaku pembantaian yang belum ditemukan hingga kini masih terus dilakukan aparat berwenang.

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Adolof Bormasa mengatakan, untuk membantu pencarian 20 ABK dan tiga pelaku pembantaian yang belum ditemukan itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak TNI AL dan juga PSDKP Pusat agar KM Mina Sejati dapat ditarik ke darat.

“Nanti kami koordinasi dengan Danlanal dan PSPDKP Pusat karena kami dapat informasi kapal itu tidak bisa langsung tenggelam, dia (kapal) masih bisa terapung 30 persen sehingga mungkin ada kapal yang dari Tual itu bisa tarik ke darat sehingga kita bisa cek apakah masih ada orang di kapal atau tidak, sehinga clear,” ungkap Adolof, saat dihubugi, Sabtu (24/8/2019).

Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati

Adolof memastikan, dari keterangan para ABK yang menjalani pemeriksaan, dan berdasarkan data jumlah penumpang dari otoritas Syahbandar setempat serta pemilik kapal, jumlah penumpang di atas kapal tersebut saat insiden itu sebanyak 36 orang termasuk pelaku.

“Lalu nanti kalian (wartawan) tanya dari Lanal sudah serahkan 13, lalu yang sisa (ABK) itu di mana, nah mari kami minta waktunya, kami koordinasi tingkat atas dulu agar bisa clear semua masalahnya,” terang dia.

Sebelumnya, pihak TNI AL yang menggeladah dan memeriksa KM Mina Sejati saat berhasil menguasai kapal tersebut memastikan tidak ada satupun ABK yang ditemukan di atas kapal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Komandan Lanal Aru, Letkol Suharto Silaban dan juga Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AL Laksamana Pertama Mohamad Zaenal dalam beberapa kali wawancara dengan Kompas.com setelah insiden itu terjadi.

Selanjutnya, menurut Adolof, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, pihaknya hingga kini masih menahan KM Gemilang Samudera dan juga memeriksa 35 ABK kapal itu di Polres Kepulauan Aru.

Baca juga: Terungkap, Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati, Begini Awal Mulanya

KM Gemilang Samudera diketahui merupakan kapal pertama yang memberi pertolongan kepada 11 ABK selamat, termasuk 2 ABK korban tewas yang melompat ke laut saat aksi pembantaian di KM Mina Sejati terjadi.

“Karena kapal ini yang menolong para korban selamat pertama kali, jadi mereka pasti tahu bagaimana dan darimana, itu yang kami sedang gali,” ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X