Bupati Trenggalek Pilih Dua Nama sebagai Calon Wakil Bupati

Kompas.com - 24/08/2019, 16:38 WIB
Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin ketika santay di salah satu ruangan pendopo kabupaten Trenggalek Jawa Timur. SLAMET WIDODOBupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin ketika santay di salah satu ruangan pendopo kabupaten Trenggalek Jawa Timur.

TRENGGALEK, KOMPAS.com – Setelah sekian lama Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Mochammad Nur Arifin belum mempunyai wakil bupati, kini sudah ada dua orang kandidat calon wakilnya.

Dua orang tersebut merupakan hasil seleksi setelah sebanyak delapan nama diusulkan oleh partai pendukung, Sabtu (24/8/2019).

“Kami sudah melakukan beberapa kali rapat bersama sejumlah partai pengusung, kemudian di dalam rapat itu terjadi beberapa kesepakatan,” terang Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin.

Namun, untuk sementara, Nur Arifin masih enggan menyebut siapa nama dua orang tersebut.

Baca juga: Sejumlah Pemanjat Akan Kibarkan Merah Putih di Tebing Sepikul Trenggalek 

Meski demikian, bupati memberikan gambaran serta latar belakang kedua orang calon wakil bupati itu.

Ia menjelaskan, sebagai calon wakil bupati Trenggalek nantinya harus memahami brokrasi serta mampu menjembatani malakukan komunikasi lintas sektor.

Utamanya, komunikasi dengan para anggota legeslatif serta pihak lain.

Backgrund-nya yang saya pilih kemarin dari dalam DPRD, yang satu pernah di birokrat, satunya politisi,” ujar Nur Arifin.

Ke dua nama calon wakil bupati yang dipilih itu, tidak dalam satu partai. Tetapi, dari partai pengusung ketika pemilihan bupati dan wakil bupati Trenggalek beberapa tahun lalu. 

“Semoga hari ini sampai besok, semua partai sudah menandatangani,” ujar Mas Ipin, sapaan akrab Nur Arifin.

Proses pengusulan ke dua nama calon wakil bupati tersebut dinilai sudah sesuai aturan, dan tertuang dalam tata tertib yang disampaikan oleh panitia yakni DPRD Kabupaten Trenggalek.

Dia mengatakan, pemilihan calon wakil bupati dalam rentang dua bulan termasuk singkat. 

“Karena saya dilantik dalam rentang waktu 20 bulan (sisa masa jabatan). Saat ini tinggal 18 bulan. Artinya, kami membahas itu dua bulan, dan dua bulan untuk membasa politik bukan sesuatu yang lama,” ujar dia.

Diharapkan, proses tersebut selesai dalam satu hingga dua hari ke depan.

Dengan catatan, telah disepakati oleh seluruh partai pengusung dan selanjutnya mengirimkan usulan tersebut kepada DPRD Trenggalek.

Ditargetkan, sebelum proses pelantikan anggota legeslatif yang baru, proses pemilihan wakil bupati bisa terlaksana.

Baca juga: Jalankan Putusan MK, KPU Gelar Penghitungan Suara Ulang di Surabaya dan Trenggalek

 

Untuk pelantikan anggota legeslatif yang baru akan dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus mendatang.

Dari seluruh partai pengusung yang berjumlah lima partai, hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang tidak mengusulkan satu nama sebagai calon wakil bupati.

Alasannya, Nur Arifin sendiri merupakan kader PDI-P.

“Kenapa PDI-P tidak mengusulkan kadernya sebagai calon wakil bupati, karena sudah ada kadernya yang saat ini menjabat sebagai bupati Trenggalek, yaitu saya (Nur Arifin)," ujar dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda Grobogan Positif Covid-19, Pemkab Gelar Rapid Test dan Swab Massal

Sekda Grobogan Positif Covid-19, Pemkab Gelar Rapid Test dan Swab Massal

Regional
Banjir Genangi Bandara Andi Djemma Masamba, Penerbangan Ditunda 14 Hari

Banjir Genangi Bandara Andi Djemma Masamba, Penerbangan Ditunda 14 Hari

Regional
Kesal Sering Disebut Duda, Pria Ini Bunuh Temannya secara Sadis

Kesal Sering Disebut Duda, Pria Ini Bunuh Temannya secara Sadis

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MPLS di Jateng Belum Boleh Tatap Muka

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MPLS di Jateng Belum Boleh Tatap Muka

Regional
Kepala Bappeda Jatim Meninggal karena Covid-19, Khofifah: Kami Sangat Kehilangan

Kepala Bappeda Jatim Meninggal karena Covid-19, Khofifah: Kami Sangat Kehilangan

Regional
Asrama Pondok Pesantren di Puncak Bogor Hangus Terbakar

Asrama Pondok Pesantren di Puncak Bogor Hangus Terbakar

Regional
Kasus Dugaan Prostitusi Artis H, Polisi Tetapkan R sebagai Tersangka

Kasus Dugaan Prostitusi Artis H, Polisi Tetapkan R sebagai Tersangka

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak Pemkot Gorontalo Akan Lakukan Pembatasan Khusus di Kecamatan

Kasus Covid-19 Melonjak Pemkot Gorontalo Akan Lakukan Pembatasan Khusus di Kecamatan

Regional
Marak Kapal Cantrang di Natuna, Nelayan Mengadu ke Susi

Marak Kapal Cantrang di Natuna, Nelayan Mengadu ke Susi

Regional
Muncul Klaster Pekerja Media di Jatim, Gugus Tugas Covid-19: Kami Yakin Bisa Ditangani

Muncul Klaster Pekerja Media di Jatim, Gugus Tugas Covid-19: Kami Yakin Bisa Ditangani

Regional
Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Regional
Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Regional
Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Regional
Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Regional
2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X