Anggota DPRD Lamongan Terpilih Hanya Dapat Pin dari Kuningan Seharga Rp 75.000

Kompas.com - 24/08/2019, 15:31 WIB
Pin anggota DPRD Lamongan terpilih yang terbuat dari bahan kuningan. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHPin anggota DPRD Lamongan terpilih yang terbuat dari bahan kuningan.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Berbeda dengan anggota DPRD terpilih di beberapa kota lain yang mendapatkan pin dari bahan emas, anggota DPRD Lamongan yang resmi dilantik pada Sabtu (24/8/2019), justru hanya mendapatkan pin berbahan kuningan yang dijual di pasaran sekitar Rp 75.000.

Menurut Sekretaris DPRD Lamongan, Aris Wibawa, pihaknya teguh dalam menjalankan amanah dan tradisi dari tahun-tahun sebelumnya, dengan tidak memberikan anggota dewan terpilih fasilitas yang dikatakan cukup mewah, seperti halnya pin.

"Sudah tradisi di sini sejak sebelum-sebelumnya itu ya seperti ini," ujar Aris, saat ditemui awak media selepas prosesi pelantikan, Sabtu (24/8/2019).

Baca juga: Anggota DPRD Jabar Periode 2014-2019 Dapat Pin Emas di Akhir Masa Jabatan, Apa Alasannya?

"Kami tidak ada pin emas. Untuk pin, kami biasa saja. Mohon maaf, saya tidak mau berkomentar untuk daerah lain," ucap dia.

Keputusan tidak memberikan pin emas kepada anggota terpilih, juga didasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) yang dikatakan oleh Aris tidak memuat aturan yang mengharuskan anggota DPRD terpilih mendapatkan pin dari bahan emas.

"Lamongan tidak ada pin emas. Saya tidak mau itu, karena di Permendagri itu tidak mengatur soal pin emas. Saya enggak mau berlebihan, kami harus tahu diri," kata dia.

Pin anggota DPRD Lamongan terpilih yang terbuat dari bahan kuningan.KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAH Pin anggota DPRD Lamongan terpilih yang terbuat dari bahan kuningan.

Terlepas dari tidak adanya pin emas yang didapatkan oleh anggota DPRD Lamongan terpilih, lanjut Aris, namun sebanyak 50 anggota terpilih bakal segera mendapatkan gaji dan berbagai tunjangan yang jika diakumulasikan bisa berkisar Rp 30 jutaan.

"Per September, insya Allah sudah mulai mendapat gaji," ujar dia.

Usai pelantikan, jajaran DPRD Lamongan bakal segera bekerja untuk menyiapkan agenda sebagai prioritas, yakni pemilihan ketua DPRD definitif dan pembentukan fraksi untuk segera diajukan ke Pemprov Jawa Timur.

Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Lamongan terpilih Budi Sulis Setiyo membenarkan bila anggota terpilih tidak mendapatkan pin emas, melainkan pin dari bahan kuningan.

Baca juga: Anggota DPRD Jabar yang Lama Dapat Pin Emas, Anggota Baru Diberi Jas Rp 3,8 Juta

"Ini sepertinya dari kuningan. Tapi tidak pakai kancing, melainkan pakai magnet untuk bisa menempel di jas," tutur Budi.

Hari ini, sebanyak 50 anggota DPRD Lamongan terpilih resmi dilantik.

Komposisinya, 10 anggota berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), 9 anggota dari Partai Demokrat, 8 anggota dari PDI-P, kemudian 7 anggota dari PAN.

Berikutnya 6 anggota dari Partai Golkar, 4 dari Partai Gerindra, 3 dari PPP, dan masing-masing 1 untuk Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Perindo, serta Hanura. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Regional
Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Regional
Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Regional
Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Regional
Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Regional
Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Regional
Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Regional
Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Regional
Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Regional
Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Regional
Viral karena Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit, Pria Ini Dirisak, Dibilang hanya Cari Sensasi

Viral karena Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit, Pria Ini Dirisak, Dibilang hanya Cari Sensasi

Regional
Ridwan Kamil: Sebelum Jadi Zona Hijau, Sekolah Belum Boleh Tatap Muka

Ridwan Kamil: Sebelum Jadi Zona Hijau, Sekolah Belum Boleh Tatap Muka

Regional
Meski Ditetapkan Tersangka, Sastrawan Felix Nesi Tak Ditahan Polisi

Meski Ditetapkan Tersangka, Sastrawan Felix Nesi Tak Ditahan Polisi

Regional
Dampak Corona, Peserta UTBK di Universitas Pattimura Turun Drastis

Dampak Corona, Peserta UTBK di Universitas Pattimura Turun Drastis

Regional
Perempuan Terduga Teroris Ditangkap Densus 88, Diduga Terkait Penyerangan Wakapolres Karanganyar

Perempuan Terduga Teroris Ditangkap Densus 88, Diduga Terkait Penyerangan Wakapolres Karanganyar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X