Polisi Bongkar Kuburan Bayi di Tengah Hutan Sawit, 4 Pelaku Aborsi Diamankan

Kompas.com - 24/08/2019, 13:20 WIB
Jajaran kepolisian Polda Sulbar mengungkap jaringan aborsi di Mamuju. Foto diambil saat polisi membongkar kuburan bayi di tengah hutan sawit di Mamuju, Rabu (21/8/2019). KOMPAS.com/JUNAEDIJajaran kepolisian Polda Sulbar mengungkap jaringan aborsi di Mamuju. Foto diambil saat polisi membongkar kuburan bayi di tengah hutan sawit di Mamuju, Rabu (21/8/2019).

MAMUJU, KOMPAS.com – Polda Sulawesi Barat (Sulbar) berhasil mengungkap jaringan pelaku aborsi di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah. Polisi menahan empat pelaku aborsi. 

Polisi membongkar kuburan bayi di tengah hutan sawit di Kecamatan Karossa, Mamuju, Rabu (21/8/2019). Kuburan bayi tersebut diduga merupakan hasil aborsi dua pasangan kekasih. Saat dibongkar, polisi menemukan jasad bayi yang dibalut kain dan dilapisi daun. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulbar Kombes Pol I Nyoman Artana membeberkan, pengungkapan kasus ini bermula dari kasus penemuan bayi yang terkubur di sebuah bangunan beton dalam kota Mamuju, 6 Agustus lalu. Mayat bayi tersebut diduga hasil aborsi. 

Polisi mengendus adanya pelaku lain yang terlibat memuluskan praktek abosi para orang tua bayi.

Baca juga: Pria Ini Kepergok Simpan Janin Hasil Aborsi di Jok Motor

Dari hasil pengembangan kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah orang yang diketahui sering menjual obat penggugur kandungan. Salah satu pelaku yang diamankan merupakan alumni sekolah kesehatan di Mamuju.

Dari keterangan tersangka, dia memang melayani pemesanan obat cyotec atau obat pengugur kandungan. Polisi mendapatkan nama-nama orangtua pembuang bayi dari tersangka pembuang bayi di bangunan beton.

Polisi juga mendapatkan nama pasangan pembuang bayi lain yakni MP dan MS. Kemudian dari keterangan MP dan MS, mereka menggugurkan kandungan dan menguburkan bayinya di kebun sawit tersebut, sekitar 2 minggu. 

Area kuburan bayi di tengah kebun sawit ini kemudian dibongkar polisi pada Rabu kemarin. Mereka sengaja menguburkan bayinya di lokasi tersebut untuk menghilangkan jejak. 

Baca juga: Polisi Bongkar Komplotan Pelaku Aborsi Ilegal di Surabaya, 20 Janin Digugurkan

Buru distributor obat penggugur kandungan

"Jaringan pelaku aborsi ini juga terkadang dimanfaatkan oleh para pelaku yang mempunyai keahlian medis untuk meraup keuntungan melalui praktik aborsi yang dilakukannya," ujar I Nyoman Artana. 

Selain mengamankan dua pasangan kekasih pembuang bayi, polisi juga mengamankan dua tenaga medis. 

Menurut I Nyoman Artana, pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini untuk melakukan pencarian siapa distributor obat yang menjual obat penggugur kandungan atau aborsi tanpa resep dokter.

“Kasusnya terus kita kembangkan. Empat pelaku diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk dua pelaku yang terlibat membantu proses abrosi,” ujar I Nyoman Artana. 

Baca juga: Bayar Ongkos Rp 1 Juta, Praktik Aborsi Ilegal Dilakukan di Hotel dan Kos



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

Regional
16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

Regional
Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

Regional
Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

Regional
Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Regional
Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

Regional
Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

Regional
Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

Regional
Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Regional
Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

Regional
Jerinx Jadi Tersangka Kasus 'Kacung WHO', Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

Jerinx Jadi Tersangka Kasus "Kacung WHO", Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

Regional
Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

Regional
Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Regional
Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Regional
65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X