Tarif Naik, Driver Ojol Mengaku Pendapatan Justru Turun 40 Persen

Kompas.com - 24/08/2019, 11:51 WIB
Ribuan pengemudi ojol dan taksi online berumpul untuk melakukan audiensi  di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (22/8/2019). KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN Ribuan pengemudi ojol dan taksi online berumpul untuk melakukan audiensi di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (22/8/2019).

PURWOKERTO, KOMPAS.com — Driver Gojek di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengaku pendapatannya menurun sejak diberlakukannya tarif baru sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019.

Juru Bicara Driver Ojol Banyumas Raya Kompak Purwono mengatakan, kenaikan tarif yang diberlakukan tidak serta-merta menaikkan pendapatan driver. Sebaliknya, pendapatan driver justru menurun hingga 40 persen.

"Kenyataan di lapangan hukum ekonomi berlaku. Yang terjadi di lapangan driver banyak kehilangan konsumen dalam hal ini dilihat dari segmen anak sekolah turun sekitar 90 persen karena belum diimbangi dengan promo yang maksimal," kata Purwono di Purwokerto, Sabtu (24/8/2019).

Baca juga: Setelah Mogok 2 Hari, Driver Ojol di Banyumas Kini Beroperasi Kembali

Menurut Purwono, kebijakan pemangkasan bonus saat ini belum tepat dan memberatkan driver. Pasalnya, tarif baru diberlakukan untuk layanan Goride saja, sedangkan layanan Gofood, Gosend, dan Goshop masih menggunakan tarif lama.

"Misal, ada driver mencapai target poin, padahal order yang masuk hanya Gofood, maka penghasilan mereka yang tadinya Rp 144.000 ( jasa + bonus) sekarang hanya menjadi Rp 104.000 (jasa + bonus). Belum dipotong operasional seperti bensin dan lainnya," ujar Purwono.

Untuk itu, Purwono meminta pihak aplikator mengkaji ulang skema pemberian bonus. Pemangkasan bonus dari Rp 80.000 untuk 20 poin menjadi hanya Rp 40.000 dinilai memberatkan driver.

Baca juga: Fakta Aksi Mogok Driver Ojol di Purwokerto, Bonus Dipangkas 50 Persen hingga Mengadu ke Wabup

Penyesuaian insentif

Sebelumnya, Head Regional Corporate Affairs Gojek Arum K Prasodjo mengatakan, penyesuaian insentif dilakukan agar Gojek dapat terus menjaga permintaan order dan keberlangsungan ekosistem Gojek.

"Dalam mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 348 Tahun 2019, tarif dasar dan tarif minimum Goride telah ditingkatkan," kata Arum melalui keterangan tertulis, Rabu (21/8/2019).

"Seiring dengan meningkatnya pendapatan organik mitra driver dari tarif,  penyesuaian insentif perlu dilakukan agar Gojek dapat terus menjaga permintaan order dan keberlangsungan ekosistem Gojek," kata Arum.

Baca juga: Soal Aksi Mogok Driver Ojol di Purwokerto, Ini Penjelasan Resmi Gojek



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang  Pertama Kali Terapkan 'Local Lockdown' di Tanah Air

Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang Pertama Kali Terapkan "Local Lockdown" di Tanah Air

Regional
Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Regional
Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Regional
Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Regional
Setahun Pandemi,  Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Setahun Pandemi, Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Regional
172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

Regional
Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Regional
Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Regional
Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X