Kesaksian Kepala Desa soal Sosok Istri Terduga Teroris di Sampang Madura

Kompas.com - 24/08/2019, 09:18 WIB
Rumah I dan HS, terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror Polri di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jawa Timur, Kamis (22/8/2019). istimewaRumah I dan HS, terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror Polri di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jawa Timur, Kamis (22/8/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Kepala Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jawa Timur, Martuli memberikan kesaksian soal penangkapan salah satu warga diduga simpatisan ISIS oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri di desanya, Kamis (22/8/2019) malam.

Menurut Marruli, Densus 88 hanya menangkap satu orang warganya berinisial HS. Sementara itu, istri HS yang berprofesi sebagai dokter gigi, yakni NH (sebelumnya ditulis inisial I) tidak ikut ditangkap karena dinilai bukan terduga teroris.

"(Istri HS) ada di rumahnya waktu penggeledahan semalam (Kamis 22/8/2019). Waktu itu kan (penggeledahan) ada saya juga yang di dalam (rumah kontrakan NH dan HS)," kata Martuli, dihubungi Jumat (23/8/2019) malam.

Ia mengaku sudah lama mengenal NH, bahkan sebelum NH menikah dengan HS.


Baca juga: Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Blitar Raya

Dokter gigi puskesmas dengan status PTT

Martuli membenarkan bahwa NH merupakan dokter gigi yang bertugas di Puskesmas Batulenger dengan status pegawai tidak tetap (PTT) sejak tahun 2006, saat itu.

"Kalau enggak salah tahun 2006 (mengenal NH), saya belum jadi kepala desa. Dia datang ke sini masih bujangan. Terus setelah itu kos di dekat Puskesmas (Batulenger), utaranya puskesmas (Batulenger)," ujar dia.

Martuli mengaku, setelah menikah dengan HS, NH kemudian tidak indekos lagi dan memilih kontrak rumah di dekat Puskesmas Batulenger.

Rumah kontrakan itu, sambung Martuli, dekat dengan rumah dirinya dan hanya berjarak 40 meter dengan rumah kontrakan NH dan HS.

Tidak berubah sikap setelah menikah

Baca juga: Dokter Gigi Terduga Teroris di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Sebelum maupun sesudah menikah dengan HS, NH disebut tidak menunjukkan perubahan sikap.

Di Desa Bira Tengah, kata Martuli, NH dikenal perempuan yang baik dan suka berbaur dengan tetangga. Ia menyabut, NH juga cukup fasih berbahasa Madura.

"Dia (NH) orangnya baik kok, artinya bagus suka berbaur dengan masyarakat, seperti orang-orang biasanya, bisa ngomong pakai bahasa Madura," ucap Martuli.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X