Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Kompas.com - 23/08/2019, 21:07 WIB
Sambil berada diatas perahu, pengunjung Danau Rana tengah menikmati keindahan danau tersebut dengan/Foto Zaka Mafipala KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSambil berada diatas perahu, pengunjung Danau Rana tengah menikmati keindahan danau tersebut dengan/Foto Zaka Mafipala

AMBON, KOMPAS.com - Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru, Maluku, untuk menjadikan Danau Rana sebagai salah satu destinasi wisata dunia di Maluku telah menjadi kebijakan prioritas yang harus direalisasikan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buru, Istanto Setyahadi mengatakan, upaya pengembangan Danau Rana sebagai destinasi wisata dunia yang dilakukan pihaknya berbasis pada konsep pariwisata yang menjunjung tinggi nilai adat dan kearifan lokal masyarakat setempat.

“Upaya menjadikan Danau Rana sebagai destinasi pariwisata dunia dilakukan dengan konsep pariwisata berbasis adat dan kerifan masyarakat lokal. Jadi, anggapan Danau Rana akan dirusak kelestariannya baik secara lingkungan maupun adat dan budaya itu keliru,” kata Istanto, kepada Kompas.com, saat dikonfirmasi, Jumat (23/8/2019).

Baca juga: Masyarakat Adat Pulau Buru Tolak Danau Rana Dijadikan Destinasi Wisata Dunia

Dia mengungkapkan, pengembangan Danau Rana sebagai destinasi pariwisata dunia tak lain bertujuan untuk menarik jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.

Dengan begitu akan muncul banyak dampak kegiatan pariwisata di wilayah itu.

Selain itu, kata dia, dengan dijadikannya Danau Rana sebagai destinasi pariwisata dunia maka secara otomatis pemerintah akan membangun sejumlah sarana pendukung yang akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Tentunya akan sangat memberikan dampak positif seperti aksebilitas jalan, sarana telekomunikasi dan banyak manfaat lainnya yang berdampak langsung kepada masyarakat secara ekonomis,” terang dia.

Dia menegaskan, pengembangan Danau Rana sebagai destinasi pariwisata dunia tentu akan memperhatikan berbagai aspek lainnya seperti aspek lingkungan, kondisi sosial masyarakat, hingga espek budaya masyarakat setempat.

“Jadi, ini sangat bermanfaat sekali terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi masyarakat setempat,” kata dia.

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat Buru yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Adat-Pulau Buru (AMA-PB) menggelar aksi protes atas kebijakan Pemerintah Kabupaten Buru menjadikan Danau Rana sebagai destinasi wisata dunia.

Baca juga: 200 Anggota Brimob Polda Maluku Dikerahkan Amankan Situasi Papua

Aksi protes atas kebijakan itu dilakukan di Kantor Gubernur Maluku dan Kantor DPRD Provinsi Maluku pada Kamis (22/8/2019).

Dalam aksinya, para pendemo menilai kebijakan itu hanya akan merusak tatanan adat dan budaya masyarakat setempat dan juga merusak lingkungan Danau Rana.

Para pendemo pun menuntut agar pemerintah kabupaten Buru membatalkan kebijakannya tersebut.

 



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Kebakaran di Asmat Papua, Hanguskan Ratusan Rumah dan Kios hingga 897 Warga Mengungsi

5 Fakta Kebakaran di Asmat Papua, Hanguskan Ratusan Rumah dan Kios hingga 897 Warga Mengungsi

Regional
Kenang Habibie, Seniman Bandung Gelar Pertunjukan Jalanan 7 Jam Nonstop

Kenang Habibie, Seniman Bandung Gelar Pertunjukan Jalanan 7 Jam Nonstop

Regional
Semua Bakal Calon Rektor Unpad Setuju atau Netral atas Revisi UU KPK

Semua Bakal Calon Rektor Unpad Setuju atau Netral atas Revisi UU KPK

Regional
Kisah Lengkap Bayi Hadijah, Minum Kopi Tubruk Sejak Usia 6 Bulan hingga Terima Bantuan Susu dan Biskuit

Kisah Lengkap Bayi Hadijah, Minum Kopi Tubruk Sejak Usia 6 Bulan hingga Terima Bantuan Susu dan Biskuit

Regional
2 Ekor Beruang dan 1 Ular Besar Mati Terbakar Akibat Karhutla di Riau

2 Ekor Beruang dan 1 Ular Besar Mati Terbakar Akibat Karhutla di Riau

Regional
Cantiknya Negeri di Atas Awan, Hanya Tiga Jam dari Jakarta

Cantiknya Negeri di Atas Awan, Hanya Tiga Jam dari Jakarta

Regional
Cerita Warga Kampar Riau Menjerit Ketakutan, Api Kebakaran Lahan Nyaris Bakar Rumahnya

Cerita Warga Kampar Riau Menjerit Ketakutan, Api Kebakaran Lahan Nyaris Bakar Rumahnya

Regional
Niat Ingin Perkasa, Belasan Warga Malah Keracunan Usai Minum Kopi Cleng

Niat Ingin Perkasa, Belasan Warga Malah Keracunan Usai Minum Kopi Cleng

Regional
Tawarkan Keponakan ke Pria Hidung Belang, Wanita ini Diancam 15 Tahun Penjara

Tawarkan Keponakan ke Pria Hidung Belang, Wanita ini Diancam 15 Tahun Penjara

Regional
Warga Sukabumi yang Diduga Keracunan Makanan Jadi 182 Orang, Sebelumnya Santap Masakan Hajatan

Warga Sukabumi yang Diduga Keracunan Makanan Jadi 182 Orang, Sebelumnya Santap Masakan Hajatan

Regional
Pertama di Indonesia, Bambu Diolah Jadi Energi Listrik untuk Terangi 3 Desa

Pertama di Indonesia, Bambu Diolah Jadi Energi Listrik untuk Terangi 3 Desa

Regional
Walkot Hendi Berencana Terapkan 'Car Free Zone' di Kota Lama Semarang

Walkot Hendi Berencana Terapkan "Car Free Zone" di Kota Lama Semarang

Regional
Sempat Dikritik, Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Diputar di Semarang

Sempat Dikritik, Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Diputar di Semarang

Regional
Rabu, BPBD Kalbar Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

Rabu, BPBD Kalbar Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

Regional
Sudah Tiga Orang Melapor Jadi Korban Foto Bugil

Sudah Tiga Orang Melapor Jadi Korban Foto Bugil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X