Setelah Heboh Kasus Nikah Siri 4 Hari, Aceng Fikri Terjaring Razia Saat Bersama Wanita di Bandung

Kompas.com - 23/08/2019, 11:50 WIB
Aceng HM Fikri, saat masih menjabat Bupati Garut, berjalan menuju ruang pertemuan gubernur Jabar saat akan menerima Surat Keputusan Presiden RI Nomor 17/P Tahun 2013 Tanggal 20 Februari 2013 tentang Pengesahan Pemberhentian Bupati Garut Masa Jabatan 2009-2014 yang akan diserahkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (25/2/2013).    
 TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWANAceng HM Fikri, saat masih menjabat Bupati Garut, berjalan menuju ruang pertemuan gubernur Jabar saat akan menerima Surat Keputusan Presiden RI Nomor 17/P Tahun 2013 Tanggal 20 Februari 2013 tentang Pengesahan Pemberhentian Bupati Garut Masa Jabatan 2009-2014 yang akan diserahkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (25/2/2013).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pada tahun 2012 silam nama Aceng Fikri yang kala itu masih menjabat sebagai Bupati Garut, sempat menghebohkan publik setelah nikah siri dengan seorang gadis muda bernama Fany Octora (18).

Bukan nikah sirinya yang dipermasalahkan. Namun, yang menjadi perhatian publik adalah perjalanan pernikahan mereka berdua hanya empat hari. Aceng kemudian menceraikan Fany lewat SMS.

Nama Aceng Fikri kembali mencuat.

Kali ini, mantan Bupati Garut tersebut kedapatan tengah berduaan di dalam kamar hotel dengan seorang wanita dalam sebuah razia yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Bandung, Kamis (22/8/2019) malam kemarin.


Wanita yang bersama Aceng Fikri diketahui bernama Siti, warga Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. 

Baca juga: Aceng Fikri Terjaring Razia Satpol PP di Hotel Kota Bandung

“Iya betul (terjaring razia),” Kasi Penyidikan dan Penyelidikan Satpol PP Kota Bandung, Mujahid Syuhada saat dihubungi Kompas.com, Jumat (23/8/3019).

Lebih lanjut Mujahid menjelaskan, Politisi Partai Hanura ini bersama wanita tersebut kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Bandung di Jalan Martanegara, Kota Bandung.

“Kita tidak bisa memproses yang bersangkutan di tempat. Maka kita bawa ke kantor untuk dilakukan klarifikasi,” ujarnya.

Mujahid menjelaskan, alasan Aceng Fikri dan wanita tersebut dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Bandung lantaran keduanya setelah diperiksa identitasnya ternyata beda alamat.

Baca juga: Pemberhentian Aceng Fikri dari Ketua DPD Hanura Jabar Dianggap Tak Sah

Menurut Mujahid, dalam Perda Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2005 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3), ketika sepasang perempuan dan laki-laki  beda alamat identitas kedapatan dalam razia berada dalam satu kamar yang terkunci, maka pasangan tersebut wajib memberikan klarifikasi di Kantor Satpol PP.

Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X