TNI AL Pastikan Pelaku Pembantaian di KM Mina Sejati Orang Dalam, Bukan dari Luar

Kompas.com - 23/08/2019, 10:44 WIB
Seorang ABK KM Mina Sejati dengan kepala diperban diturunkan dari KRI Teluk Lada ke Speedboat untuk diantar ke Pelabuhan Dobo,Kepulauan Aru,  Selasa (20/8/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSeorang ABK KM Mina Sejati dengan kepala diperban diturunkan dari KRI Teluk Lada ke Speedboat untuk diantar ke Pelabuhan Dobo,Kepulauan Aru, Selasa (20/8/2019)

AMBON,KOMPAS.com-Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Aru memastikan pelaku pembantaian terhadap sejumlah Anak Buah Kapal KM Mina Sejati merupakan orang dalam atau ABK di kapal tersebut.

Komandan Lanal Aru Letkol Laut Suharto Silaban mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari sejumlah saksi selamat, aksi pembantaian itu bukan dilakukan oleh pelaku yang menggunakan kapal lain namun dilakukan oleh ABK KM Mina Sejati.

“Pelakunya orang dalam sendiri, pelakunya ABK KM Mina Sejati, itu berdasarkan keternagan yang kita peroleh langsung dari ABK selamat,” kata Silaban kepada Kompas.com, Jumat (23/8/2019).

Baca juga: Tiga ABK Pelaku Pembantaian di KM Mina Sejati Adalah Bapak, Anak, dan Paman

Para pelaku pembantaian di atas KM Mina Sejati tersebut yakni Nurul Huda, Ferri Dwi Lesmana dan Qersim Ibnu Malik.

Menurut Silaban, jika ada pemikiran ataupun dugaan bahwa pelaku pembantaian terhadap para ABK KM Mina Jaya merupakan kelompok lain yang menggunakan kapal sendiri, maka itu hanyalah asumsi yang tidak bisa dibuktikan.

“Kita hanya melihat fakta di lapangan kalau itu asumsi siapa saja bisa berasumsi tapi kita lihat fakta di lapangan, sekali lagi kalau asumsi-asumsi itu silakan tapi dari keterangan yang kita peroleh pelakunya tiga orang itu,” terangnya.

Dia juga memastikan bahwa jumlah penumpang dalam kapal tersbut saat terjadi insiden pembantaian adalah 36 orang, dengan rincian seorang nakhoda, 3 pelaku dan sisanya ABK, koki serta masinis.

Baca juga: Pembantaian di KM Mina Sejati, Nasib 20 ABK Masih Misteri

Dari jumlah tersebut, baru 13 ABK yang ditemukan, dua di antaranya tewas, sedangkan 23 ABK lainnya termasuk tiga pelaku hingga kini belum diketahui nasibnya. Meski begitu, Silaban menduga jika 23 ABK tersebut telah tewas.

“Kemungkinan besar semuanya telah tewas, clear ya semoga tidak lagi ada simpamg siur,”katanya.

Aksi pembantaian di atas KM Mina Sejati terjadi pada Sabtu (17/8/2019) pekan lalu saat kapal tersebut berlayar di peraiaran Kepulauan Aru, Maluku.

Dari 36 ABK dan nakhoda, baru 13 orang yang ditemukan, dua di antaranya tewas.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X