Fakta Aksi Mogok Driver Ojol di Purwokerto, Bonus Dipangkas 50 Persen hingga Mengadu ke Wabup

Kompas.com - 23/08/2019, 06:11 WIB
Ribuan pengemudi ojol dan taksi online berumpul untuk melakukan audiensi  di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (22/8/2019). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINRibuan pengemudi ojol dan taksi online berumpul untuk melakukan audiensi di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (22/8/2019).

KOMPAS.com - Pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengancam akan menggelar aksi mogok massal sebagai bentuk protes atas pemangkasan bonus hingga 50 persen.

Selain memprotes pemangkasan bonus hingga 50 persen, ribuan pengemudi ojol tergabung dalam Banyumas Kompak akan menggelar aksi mogok massal sebagai bentuk protes soal besaran bonus yang diberikan aplikator.

Kesal dengan pemangkasan tersebut, ratusan ojol menutup dan menyegel kantor gojek dan grab di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (21/8/2019).


Adanya aksi protes tersebut, mendapapt tanggapan dari pihak perwakilan Grab di Purwokerto, dan berjanji akan menyampaikan tuntutan pengemudi ojol soal skema pemberian bonus kepada manajemen.

Sementara itu, Head Regional Corporate Affairs Gojek Arum K Prasodjo mengatakan, sebenarnya penyesuain skema intensif atau bonus dilakukan agar Gojek dapat terus menjaga permintaan order dan keberlangsungan ekosistem gojek.

Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Ancam mogok massal

Massa pengemudi ojol dan taksi online mendatangi Pendopo Wakil Bupati Banyumas di Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (22/8/2019).KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN Massa pengemudi ojol dan taksi online mendatangi Pendopo Wakil Bupati Banyumas di Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (22/8/2019).

Pengemudi ojek online di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Banyumas Kompak mengancam akan menggelar aksi mogok massal sebagai bentuk protes atas pemangkasan bonus hingga 50 persen.

Juru Bicara Ojol Banyumas Kompak Purwono mengatakan, aksi tersebut diikuti sebagian besar pengemudi ojol dari Gojek dan Grab, baik pengemudi roda dua maupun roda empat yang biasa beroperasi di wilayah Kabupaten Banyumas.

"Hari ini off bid, ini sebagai tindakan nyata kepada aplikator, sehari saja off bid berapa puluh juta pemasukan yang hilang," kata Purwono saat dihubungi, Rabu.

Purwono mengatakan dari total sekitar 4.000 pengemudi ojol roda dua, hanya sebagian kecil yang masih beroperasi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X