Masyarakat Adat Pulau Buru Tolak Danau Rana Dijadikan Destinasi Wisata Dunia

Kompas.com - 22/08/2019, 16:48 WIB
Puluan massa Aliansi Masyarakat Adat Pulau Buru saat menggelar aksi unjuk rasa memprotes kebijakan pemerintah kabupaten Buru menjadikan Danau Rana sebagai destinasi wisata dunia di Kantor DPRD  Maluku, Kamis (22/8/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYPuluan massa Aliansi Masyarakat Adat Pulau Buru saat menggelar aksi unjuk rasa memprotes kebijakan pemerintah kabupaten Buru menjadikan Danau Rana sebagai destinasi wisata dunia di Kantor DPRD Maluku, Kamis (22/8/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Puluhan warga Pulau Buru, Maluku yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Pulau Buru (AMA-PB) menggelar aksi unjuk rasa memprotes kebijakan Pemerintah Kabupaten Buru mencanangkan Danau Rana sebagai destinasi wisata dunia.

Unjuk rasa yang berlangsung pada Kamis (22/8/2019) dipusatkan di tiga tempat yakni di monumen Gong Perdamaian Dunia, Kantor Gubernur Maluku dan juga Kantor DPRD Maluku di kawasan Karang Panjang Ambon.

Dalam aksi tersebut, demonstran juga membawa sejumlah spanduk berisi pesan menentang kebijakan pemerintah kabupaten Buru untuk menjadikan Danau Rana sebagai destinasi wisata dunia.

"Kami menolak tegas kebijakan pemkab Buru untuk menjadikan Danau Rana sebagai destinasi wisata dunia. Danau Rana adalah pusat peninggalan budaya dan sejarah, tempat pusaka 24 suku di Pulau Buru dan merupakan tempat sakral yang mempunyai nilai religius yang harus dijaga dan dilestarikan,” kata Koordinator Lapangan Helmy Lesbassa dan Fery Liligoly.

Baca juga: Lewat Asian African Carnival, Ridwan Kamil Ingin Bandung Jadi Tujuan Wisata Dunia

Para pengunjuk rasa menentang kebijakan tersebut karena keputusan pemerintah kabupaten Buru itu juga tidak melibatkan tokoh-tokoh adat dari 24 anak suku di Pulau Buru.

Menurut mereka, menjadikan Danau Rana sebagai objek wisata akan sangat berdampak buruk terhadap kondisi lingkungan dan juga berpotensi merusak tatanan adat dan budaya setempat. Karena itu mereka meminta agar Bupati Buru segera mencabut kebijakannya itu.

“Kalau Danau Rana jadi lokasi wisata itu akan sangat mengancam kelestarian alam, juga adat dan budaya masyarakat adat Pulau Buru, jadi kami menolak kebijakan itu,” kata pengunjuk rasa.

Dalam aksinya itu demonstran juga menuntut agar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku agar dicopot fari jabatannya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Maluku Welem Wattimena, dan sejumlah anggota DPRD Maluku yang menemui pengunjuk rasa di kantor DPRD Maluku mengatakan akan menindaklanjuti tuntutan tersebut.  

“Apa yang menjadi tuntutan ini akan kami sikapi, dengan melanjutkan ke pimpinan komisi B dan D agar dibicarakan nanti, bersama dengan dinas Pariwisata. Pertemuan nanti akan melibatkan DPRD dapil Buru dan Buru Selatan,” katanya. 

Baca juga: Fenomena Keindahan Burung Migran Saat Mengunjungi Danau Limboto

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

Regional
Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X