Kasus Penjualan Amunisi ke KKB, Pangdam Yakin Pelaku Tidak Sendiri

Kompas.com - 22/08/2019, 14:59 WIB
Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen Yosua P. Sembiring KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIPanglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen Yosua P. Sembiring

JAYAPURA, KOMPAS.com — Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen Yosua P Sembiring angkat bicara mengenai kasus penjualan amunisi yang dilakukan oleh oknum tentara Pratu DAT dan dua rekannya.

Ia memandang aksi tersebut tidak mungkin dilakukan oleh Pratu DAT tanpa ada peran dari oknum lain yang memiliki posisi lebih tinggi.

"Saya yakin bukan cuma dia, siapa lagi di balik dia," ujarnya di Jayapura, Kamis (22/08/2019).

Baca juga: Fakta Terkini Oknum TNI Jual Amunisi, Terancam Hukuman Mati hingga Bukan dari Gudang Kodim

Namun, ia menyerahkan penanganan kasus tersebut ke Pomdam XVII/Cenderawasih.

Hal sama ia nyatakan ketika ditanya apakah amunisi tersebut dijual kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Saya tidak bisa (menjawab) berapa kali dia sudah menjual ke KKB. Nanti itu adalah hasil penyidikan. Dia jual ke mana, dibawa ke mana, itu dari hasil penyidikan," katanya.

Yosua menegaskan, Kodam XVII/Cenderawasih tidak akan menoleransi siapa pun yang terlibat dalam kasus penjualan amunisi tersebut, termasuk bila ternyata nanti ada jajaran perwira terbukti terlibat.

"Ingat TNI tidak akan torerir dengan tindakan pidana seperti itu," katanya.

Sebelumnya, pada 23 Juli 2019 Satgas Nemangkawi menangkap seorang warga berinisial J yang membawa ratusan amunisi ke Timika, Kabupaten Mimika.

Baca juga: Soal Kasus Anggota TNI Jual Amunisi ke KKB OPM, Ini Kata Dandim Mimika

Setelah didalami, amunisi tersebut ia beli dari 3 oknum TNI, yaitu Pratu O, Pratu M, dan Pratu DAT.

Pratu DAT baru bisa ditangkap pada 4 Agustus 2019 di Sorong, Papua Barat, dan kini sudah ditahan di Pomdam XVII/Cenderawasih.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Regional
Kepala BNPB Ingin Hulu Sungai Jadi Daerah Konservasi

Kepala BNPB Ingin Hulu Sungai Jadi Daerah Konservasi

Regional
Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Regional
Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Regional
Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Regional
Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Regional
Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Regional
Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Regional
Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Regional
Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Regional
Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Regional
Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Regional
Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Regional
Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Regional
Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X