Surat Edaran Dikeluarkan, Penjual Kayu Bajakah Tinggalkan Banjarmasin

Kompas.com - 22/08/2019, 14:33 WIB
Salah satu penjual kayu Bajakah di jalan Pramuka Banjarmasin, (21/8/2019). KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWARSalah satu penjual kayu Bajakah di jalan Pramuka Banjarmasin, (21/8/2019).

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Keluarnya surat edaran gubernur Kalimantan Tengah tentang larangan penjualan kayu bajakah keluar Kalteng, ditanggapi penjual kayu bajakah di Banjarmasin.

Beberapa penjual kayu bajakah hari ini mulai meninggalkan Banjarmasin kembali ke Kalteng demi menghormati surat edaran tersebut.

Jhon, salah satu penjual kayu bajakah di Jalan Pramuka, Banjarmasin mengaku menghargai keputusan tersebut.

Menurut Jhon, surat edaran tersebut baru diketahuinya tadi pagi, sehingga dia dan istri memutuskan untuk pulang ke Kalteng.

"Kami menghargai keputusan tersebut dan hari ini habis atau tidak kami balik ke Kalteng," ujar Jhon saat ditemui, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Kayu Bajakah Dilarang Keluar Kalteng, Dijual Bebas di Banjarmasin

Selama berjualan kayu bajakah di Banjarmasin, Jhon hanya mendengar info larangan pengiriman kayu bajakah keluar Kalteng.

Namun, ia tak menggubrisnya karena belum ada keputusan resmi yang dikeluarkan pemerintah daerah Kalteng.

"Di sana memang infonya sudah dilarang keluar Kalteng, tapi belum resmi saya terima, dan ternyata hari ini kami baru tahu," kata Jhon.

Sebelum surat edaran tersebut keluar, Jhon bersama istri memutuskan berjualan kayu bajakah di Banjarmasin.

Sudah empat hari ini ia dan istri berjualan kayu bajakah di jalan Pramuka. Alasannya, di kota asalnya Palangkaraya, sudah banyak pedagang kayu bajakah.

Selama berjualan kayu bajakah di Banjarmasin, Jhon mengaku meraup untung cukup lumayan. Dalam sehari ia dan istri mampu mendapatkan keuntungan hingga Rp.1 juta.

"Selama berjualan di sini, untungnya lumayan, tapi mau gimana lagi hari ini kami harus pulang," tegas Jhon.

Baca juga: Waspada Terhadap Jenis Kayu Bajakah yang Mengandung Racun

Kayu bajakah yang dijual Jhon dibawa langsung dari kampung halamannya di Kabupaten Gunung Mas, Kalteng.

Menggunakan mobil bak terbuka sewaan, ada 300 batang kayu bajakah berbagai ukuran yang dibawa ke Banjarmasin.

Ukuran besar ia jual Rp 100.000, ukuran sedang dijual Rp 50.000, sementara ukuran kecil dijual Rp 25.000.

Agar tak salah meracik kayu bajakah, setiap pembeli diajari cara mengolahnya. Menurut Jhon, kayu bajakah baiknya dipotong kecil dan dibelah sebelum direbus.

"Kalau orangtua kami dulu gak ada yang mengolahnya jadi serbuk, biasanya langsung dipotong, dibelah kemudian direbus, tunggu dingin baru diminum," ucap Jhon kepada pembelinya.

Selain di jalan Pramuka, ada beberapa penjual kayu bajakah asal Kalteng yang mengais rezeki di Banjarmasin.

Salah satunya di Jalan Ahmad Yani, KM 8. Namun saat Kompas.com mendatangi lokasi tersebut, penjual kayu bajakah sudah tidak ada di tempat.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (kalteng), mengeluarkan surat edaran ke hampir semua jasa pengiriman yang ada di Palangkaraya, melarangan pengiriman akar bajakah atau kayu bajakah ke luar daerah. Rabu (21/08/2019).

Kayu bajakah yang diketahui merupakan obat penyembuh kanker, kini semakin viral dan banyak diburu orang, setelah berhasil meraih Medali Emas, dalam ajang World Invention Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan.

Kini kayu bajakah dengan mudah ditemui di Kota Palangkaraya, bahkan banyak warga memanfaatkan viralnya kayu bajakah untuk menambah penghasilan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Hamil Nyaris Melahirkan Saat Antre Pencairan BPUM di Bank

Ibu Hamil Nyaris Melahirkan Saat Antre Pencairan BPUM di Bank

Regional
5 Demonstran Jadi Tersangka Perusakan DPRD Jember, AMJ: Kami Minta Maaf, Mereka Bukan Bagian Kami

5 Demonstran Jadi Tersangka Perusakan DPRD Jember, AMJ: Kami Minta Maaf, Mereka Bukan Bagian Kami

Regional
Hubungan Asmara Tak Direstui, Gadis Penjual Kopi Nekat Gantung Diri

Hubungan Asmara Tak Direstui, Gadis Penjual Kopi Nekat Gantung Diri

Regional
Angin Kencang Terjang Kabupaten Timor Tengah Utara, 7 Rumah Warga Rusak Berat

Angin Kencang Terjang Kabupaten Timor Tengah Utara, 7 Rumah Warga Rusak Berat

Regional
Dianiaya Paman dan Bibi gara-gara Kencing, Balita 4 Tahun Ini Trauma, Menangis Jika Ketemu Orang Asing

Dianiaya Paman dan Bibi gara-gara Kencing, Balita 4 Tahun Ini Trauma, Menangis Jika Ketemu Orang Asing

Regional
Nasib Sial Pemandu Karaoke, Menolak Diantar Pulang Tamu, Malah Dipukuli Sampai Pingsan

Nasib Sial Pemandu Karaoke, Menolak Diantar Pulang Tamu, Malah Dipukuli Sampai Pingsan

Regional
Longsor Terjang Caringin Sukabumi, Mushala Hancur, 2 Rumah Rusak, Ada Retakan Tanah di Areal Persawahan

Longsor Terjang Caringin Sukabumi, Mushala Hancur, 2 Rumah Rusak, Ada Retakan Tanah di Areal Persawahan

Regional
Belajar dari Erupsi 2010, Warga Lereng Merapi Dirikan Komunitas Siaga

Belajar dari Erupsi 2010, Warga Lereng Merapi Dirikan Komunitas Siaga

Regional
'Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang'

"Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang"

Regional
Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Regional
Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Regional
KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

Regional
Respons Ganjar soal Jalur Sepeda di Semarang Jadi Tempat Parkir Mobil

Respons Ganjar soal Jalur Sepeda di Semarang Jadi Tempat Parkir Mobil

Regional
Video Viral Seorang Perempuan Pukuli Lansia di Pinggir Jalan Berhasil Diungkap Polisi

Video Viral Seorang Perempuan Pukuli Lansia di Pinggir Jalan Berhasil Diungkap Polisi

Regional
Balita 4 Tahun Trauma karena Dianiaya, Selalu Bilang 'Om, Maaf ya Om'

Balita 4 Tahun Trauma karena Dianiaya, Selalu Bilang "Om, Maaf ya Om"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X