Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Kompas.com - 22/08/2019, 12:26 WIB
Suhartini ibu dari Fera Oktaria (21), korban pembunuhan serta mutilasi yang dilakukan Prada DP, ketika berada di luar ruang sidang Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (22/8/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRASuhartini ibu dari Fera Oktaria (21), korban pembunuhan serta mutilasi yang dilakukan Prada DP, ketika berada di luar ruang sidang Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (22/8/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Suhartini yang merupakan ibu kandung dari Fera Oktaria (21) nampak begitu kesal mengetahui Prada DP dituntut oleh Oditur dengan penjara seumur hidup.

Selama sidang berlangsung, Suhartini selalu hadir dan mendengarkan keterangan satu persatu saksi.

Namun, ia begitu kecewa setelah mengetahui pembunuh anak bungsunya tersebut tidak diberikan hukuman secara maksimal dalam tuntutan Oditur.

"Kami minta hukum mati itu baru pas. Anak saya hilang, saya tidak puas dengan hukuman ini,"kata Suhartini diluar ruang sidang Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Dalam persidangan pun, menurut Suhartini Prada DP banyak menyebutkan kebohongan, salah satunya adalah tentang kondisi Fera yang dalam keadaan hammil.

"Dia bohong terus dalam sidang, dia itu nangis puas sudah membunuh anak saya. Bukan nangis menyesal,"ujarnya.

Sama halnya dengan Rusnah (45) yang merupakan bibi Fera.

Ia meminta kepada hakim ketua untuk memberikan hukuman maksimal kepada Prada DP karena telah menghilangkan nyawa keponakannya secara sadis.

"Keponakan saya dibunuh, dicincang, harus diberikan hukumaan maksimal, jangan seperti ini," ucapnya sambil menangis.

Baca juga: Kabur dari Pendidikan, Prada DP Ingin Bekerja di Kampung Halaman Mantan Pacar

Penjara seumur hidup untuk pembunuhan dan mutilasi

Prada DP dintutut dengan hukuman seumur hidup serta dipecat dari satuan lantaran telah terbukti melakukan pembunuhan serta mutilasi terhadap pacarnya sendiri Fera Oktaria (21).KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Prada DP dintutut dengan hukuman seumur hidup serta dipecat dari satuan lantaran telah terbukti melakukan pembunuhan serta mutilasi terhadap pacarnya sendiri Fera Oktaria (21).
Diberitakan sebelumnya, Oditur menuntut Prada DP dengan hukuman penjara seumur hidup lantaran ia telah terbukti melakukan pembunuhan serta mutilasi terhadap pacarnya sendiri, Fera Oktaria (21).

Dalam pembacaan tuntutan tersebut, Oditur CHK Mayor D Butar Butar menyatakan jika Prada DP terbukti melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang telah tega menhilangkan nyawa Fera.

"Kami menilai unsur kesengajaan terpenuhi berdasarkan Pasal 340 KUHP. Kami mohon terdakwa dikenakan penjara seumur hidup dan dipecat dari kesatuan," kata Oditur dalam sidang di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Prada DP Akui Fera Sempat Hamil Saat Pacaran, Ibu Korban Meradang



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semua Bakal Calon Rektor Unpad Setuju atau Netral atas Revisi UU KPK

Semua Bakal Calon Rektor Unpad Setuju atau Netral atas Revisi UU KPK

Regional
Kisah Lengkap Bayi Hadijah, Minum Kopi Tubruk Sejak Usia 6 Bulan hingga Terima Bantuan Susu dan Biskuit

Kisah Lengkap Bayi Hadijah, Minum Kopi Tubruk Sejak Usia 6 Bulan hingga Terima Bantuan Susu dan Biskuit

Regional
2 Ekor Beruang dan 1 Ular Besar Mati Terbakar Akibat Karhutla di Riau

2 Ekor Beruang dan 1 Ular Besar Mati Terbakar Akibat Karhutla di Riau

Regional
Cantiknya Negeri di Atas Awan, Hanya Tiga Jam dari Jakarta

Cantiknya Negeri di Atas Awan, Hanya Tiga Jam dari Jakarta

Regional
Cerita Warga Kampar Riau Menjerit Ketakutan, Api Kebakaran Lahan Nyaris Bakar Rumahnya

Cerita Warga Kampar Riau Menjerit Ketakutan, Api Kebakaran Lahan Nyaris Bakar Rumahnya

Regional
Niat Ingin Perkasa, Belasan Warga Malah Keracunan Usai Minum Kopi Cleng

Niat Ingin Perkasa, Belasan Warga Malah Keracunan Usai Minum Kopi Cleng

Regional
Tawarkan Keponakan ke Pria Hidung Belang, Wanita ini Diancam 15 Tahun Penjara

Tawarkan Keponakan ke Pria Hidung Belang, Wanita ini Diancam 15 Tahun Penjara

Regional
Warga Sukabumi yang Diduga Keracunan Makanan Jadi 182 Orang, Sebelumnya Santap Masakan Hajatan

Warga Sukabumi yang Diduga Keracunan Makanan Jadi 182 Orang, Sebelumnya Santap Masakan Hajatan

Regional
Pertama di Indonesia, Bambu Diolah Jadi Energi Listrik untuk Terangi 3 Desa

Pertama di Indonesia, Bambu Diolah Jadi Energi Listrik untuk Terangi 3 Desa

Regional
Walkot Hendi Berencana Terapkan 'Car Free Zone' di Kota Lama Semarang

Walkot Hendi Berencana Terapkan "Car Free Zone" di Kota Lama Semarang

Regional
Sempat Dikritik, Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Diputar di Semarang

Sempat Dikritik, Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Diputar di Semarang

Regional
Rabu, BPBD Kalbar Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

Rabu, BPBD Kalbar Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

Regional
Sudah Tiga Orang Melapor Jadi Korban Foto Bugil

Sudah Tiga Orang Melapor Jadi Korban Foto Bugil

Regional
Mahasiswa Sodorkan 6 Poin soal Karhutla, Gubernur Sumsel Siap Mundur, jika...

Mahasiswa Sodorkan 6 Poin soal Karhutla, Gubernur Sumsel Siap Mundur, jika...

Regional
Remaja Wanita yang Dijual Tantenya Bakal Dijajakan di Jayapura

Remaja Wanita yang Dijual Tantenya Bakal Dijajakan di Jayapura

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X