Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Kompas.com - 22/08/2019, 12:20 WIB
Kepala Kejaksaan Tinggi DIY, Erbagtyo Rohan saat menemui wartawan usai menghadiri acara penandatanganan nota kesepakatan Pemda DIY dengan Kejati DIY di Gedung Pracimasono, Kompleks Kepatihan Yogyakarta KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAKepala Kejaksaan Tinggi DIY, Erbagtyo Rohan saat menemui wartawan usai menghadiri acara penandatanganan nota kesepakatan Pemda DIY dengan Kejati DIY di Gedung Pracimasono, Kompleks Kepatihan Yogyakarta

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Kepala Kejaksaan Tinggi DIY Erbagtyo Rohan menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan masyarakat.

Permohonan maaf ini disampaikannya karena ada satu oknum jaksa di Kejari Kota Yogyakarta yang tertangkap tangan oleh KPK dalam kasus dugaan suap lelang proyek rehabilitasi saluran air hujan dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DIY Erbagtyo Rohan menghadiri acara penandatanganan nota kesepakatan Pemda DIY dengan Kejati DIY.

Baca juga: Ada OTT KPK, Proyek Rehabilitasi Saluran Air Hujan di Yogyakarta Dihentikan

Acara yang digelar di Gedung Pracimosono, Kompleks Kepatihan Yogyakarta ini juga dihadiri juga oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

Di akhir sambutannya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DIY Erbagtyo Rohan menyampaikan permintaan maaf kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

"Seebelum mengakhiri sambutan ini izinkan dari lubuk hati kami yang paling dalam saya mengajukan permohonan maaf kepada Bapak Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta," ucap Erbagtyo Rohan dalam sambutannya, Kamis (22/8/2019).

Selain kepada Gubernur DIY, Kajati DIY Erbagtyo Rohan juga mengutarakan permintaan maaf kepada semua yang hadir di acara penandatanganan nota kesepakatan dan kepada seluruh masyarakat Yogyakarta atas sikap dan perbuatan dari salah seorang Jaksa.

Ditegaskannya, apa yang dilakukan oleh oknum jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta adalah perbuatan yang tercela.

"Atas sikap perbuatan dari staf kami salah seorang jaksa yang melakukan perbuatan tercela dan membuat bapak Ibu sekalian dan kita semua menjadi tidak nyaman. Sekali lagi atas nama pimpinan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya.

Baca juga: Pihak Swasta yang Diamankan Saat OTT KPK Putri Eks Manajer Persis Solo

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap dalam lelang proyek rehabilitasi saluran air hujan di Kota Yogyakarta.

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK yakni Eka Safitra jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta sekaligus anggota TP4D, Satriawan Sulaksono jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta dan Gabriella Yuan Ana sebagai Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penampakan Awan Tsunami di Meulaboh, Berlangsung Setengah Jam dan Gegerkan Warga

Penampakan Awan Tsunami di Meulaboh, Berlangsung Setengah Jam dan Gegerkan Warga

Regional
Detik-detik Ledakan di Pabrik Bioethanol, 10 Pekerja Terluka dan 1 Meninggal

Detik-detik Ledakan di Pabrik Bioethanol, 10 Pekerja Terluka dan 1 Meninggal

Regional
Pulang Kampung Setelah Setahun Merantau, Pasutri Asal Tegal Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali

Pulang Kampung Setelah Setahun Merantau, Pasutri Asal Tegal Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali

Regional
Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

Regional
Rumah Warga Rusak akibat Guncangan Ledakan di Pabrik Bioethanol Mojokerto

Rumah Warga Rusak akibat Guncangan Ledakan di Pabrik Bioethanol Mojokerto

Regional
Diancam Pistol dan Hendak Diperkosa Anaknya, Ibu Ini Kabur ke Kantor Polisi dan Sempat Ditembaki

Diancam Pistol dan Hendak Diperkosa Anaknya, Ibu Ini Kabur ke Kantor Polisi dan Sempat Ditembaki

Regional
Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan DPRD Gresik, Tuntut Diizinkan Beraktivitas

Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan DPRD Gresik, Tuntut Diizinkan Beraktivitas

Regional
PAN Usung Kader PDI-P dalam Pilkada Sleman

PAN Usung Kader PDI-P dalam Pilkada Sleman

Regional
Mobil Pecah Ban Masuk Parit di Tol Ngawi–Solo, 2 Penumpang Tewas

Mobil Pecah Ban Masuk Parit di Tol Ngawi–Solo, 2 Penumpang Tewas

Regional
Alasan Kesehatan, PDI-P Wonogiri Usul Ganti Cawabup untuk Pilkada 2020

Alasan Kesehatan, PDI-P Wonogiri Usul Ganti Cawabup untuk Pilkada 2020

Regional
Nama Gus Ipul Muncul di Bursa Calon Wali Kota Pasuruan, PKB: Dari Arus Bawah

Nama Gus Ipul Muncul di Bursa Calon Wali Kota Pasuruan, PKB: Dari Arus Bawah

Regional
Pria Ini Tikam Kekasih hingga Tewas, Diduga karena Cemburu

Pria Ini Tikam Kekasih hingga Tewas, Diduga karena Cemburu

Regional
48 ASN Positif Covid-19, Pemkot Mataram Antisipasi Penularan Klaster Perkantoran

48 ASN Positif Covid-19, Pemkot Mataram Antisipasi Penularan Klaster Perkantoran

Regional
Dilaporkan karena Cabuli Anak Tiri, Pria Ini Kabur dan Sembunyi di Kebun

Dilaporkan karena Cabuli Anak Tiri, Pria Ini Kabur dan Sembunyi di Kebun

Regional
Kewalahan Atasi Kebakaran Pasar di Cianjur, Petugas Damkar Dilarikan ke Puskesmas

Kewalahan Atasi Kebakaran Pasar di Cianjur, Petugas Damkar Dilarikan ke Puskesmas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X