Kayu Bajakah Dilarang Keluar Kalteng, Dijual Bebas di Banjarmasin

Kompas.com - 22/08/2019, 09:28 WIB
Salah satu penjual kayu Bajakah di jalan Pramuka Banjarmasin, (21/8/2019). KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWARSalah satu penjual kayu Bajakah di jalan Pramuka Banjarmasin, (21/8/2019).


BANJARMASIN, KOMPAS.com - Pasca-keluarnya surat edaran Gubernur Kalimantan Tengah yang isinya melarang pengiriman kayu Bajakah keluar Kalteng, kayu bajakah justru diperjualbelikan di Banjarmasin, Kalsel.

Di beberapa titik di dalam Kota Banjarmasin, terdapat penjual kayu bajakah yang didatangkan langsung dari Kalteng.

Jhon salah satunya, jauh-jauh datang dari Kalteng untuk menjual kayu bajakah di Banjarmasin.

Ia menjual kayu bajakah di bilangan Jalan Pramuka Banjarmasin.

Baca juga: Waspada Terhadap Jenis Kayu Bajakah yang Mengandung Racun

Jhon yang merupakan warga Gunung Mas, Kalteng mengakui kayu bajakah diambil langsung dari hutan di daerah Gunung Mas.

"Bapak kami yang ambil langsung dari dalam hutan di Gunung Mas, di sana banyak, saya hanya menjual saja," ujar Jhon saat ditemui, Rabu (21/8/2019).

Jhon sudah 3 hari berjualan kayu Bajakah di Banjarmasin. Setiap hari, 10 sampai 15 orang membeli kayu bajakah miliknya.

Jhon pun mengakui jika selama 3 hari berjualan kayu bajakah di Banjarmasin, keuntungan yang didapatnya lumayan.

"Sudah 3 hari saya jualan kayu ini, untungnya lumayan, di Banjarmasin harganya lumayan mahal," ujarnya lagi.

Ada 3 jenis ukuran kayu bajakah yang dijual Jhon, ukuran besar dijual seharga Rp 100.000 dan yang kecil dijual Rp 25.000.

Namun, ia memperingatkan agar pembeli hati-hati mencari kayu bajakah. Menurutnya, banyak kayu bajakah yang beredar bukan jenis yang dapat menyembuhkan kanker.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X