Ini 9 Fakta Kasus Pembunuhan Taruna ATKP, dari Kronologi hingga Vonis 10 Tahun Penjara

Kompas.com - 22/08/2019, 08:19 WIB
Terdakwa pembunuhan taruna ATKP Makassar Muhammad Rusdi saat mendengarkan putusan majelis hakim di PN Makassar, Rabu (21/8/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANTerdakwa pembunuhan taruna ATKP Makassar Muhammad Rusdi saat mendengarkan putusan majelis hakim di PN Makassar, Rabu (21/8/2019).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kasus pembunuhan yang dilakukan Muhammad Rusdi (21), taruna tingkat 2 Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan kepada juniornya, Aldama Putra Pongkala telah memasuki babak akhir.

Pada akhirnya, Rusdi divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (21/8/2019) kemarin.

Dalam amar putusan setebal 90 halaman itu, Rusdi dinyatakan secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan. 


Ia dinyatakan melanggar Pasal 338 KUHP sesuai dengan dakwaan primair jaksa penuntut umum sebelumnya. 

Dalam perjalanan sidangnya sendiri ada banyak fakta-fakta yang terungkap terutama saat pengakuan Rusdi di hadapan majelis hakim yang mengatakan bahwa ia bukanlah orang pertama yang mengeroyok korban sebelum meninggal dunia. 

1. Kronologi penganiayaan Aldama

Almarhum taruna ATKP,  Aldama Putra Pongkala semasa hidup. KOMPAS.com/HENDRA CIPTO Almarhum taruna ATKP, Aldama Putra Pongkala semasa hidup.

Pemicu penganiayaan yang dilakukan Muhammad Rusdi kepada Aldama Putra Pongkala berawal ketika Aldama kedapatan tidak menggunakan helm saat dibonceng ayahnya di kampus ATKP Makassar, di Jalan Salodung, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Minggu (3/2/2019) siang. 

Kala itu, Rusdi yang duduk di gazebo kampus langsung memanggil taruna tingkat 1 itu.

Halaman:


komentar di artikel lainnya
Close Ads X