Kantin Salman ITB, Saksi Sejarah Orang-orang Berpengaruh di Indonesia

Kompas.com - 22/08/2019, 07:00 WIB
Kantin Salman ITB KOMPAS.com/RENI SUSANTIKantin Salman ITB


BANDUNG, KOMPAS.com – Keberadaan Kantin Salman di Institut Teknologi Bandung ( ITB) tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya Masjid Salman.

Saat itu, pada 1960, mahasiswa menjalankan shalat Jumat di Aula ITB.

Hingga 1964, sebelum Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jendral AH Nasution memberikan ceramah, para mahasiswa ITB menggelar deklarasi untuk membangun Masjid.

Dilansir dari situs resmi ITB, www. itb.ac.id, rencana pembangunan ini mendapatkan dukungan berbagai pihak.

Akhirnya, Masjid Salman berdiri dan digunakan pertama kali untuk shalat Jumat pada Mei 1972.

Nama Salman sendiri berasal dari Presiden Soekarno yang merupakan alumnus ITB.

Dua tahun berselang, atau pada 1974, Kantin Salman didirikan di samping Masjid, untuk menunjang kebutuhan mahasiswa maupun umat Muslim pada umumnya.

Kantin tersebut didirikan Aminah Iskandar dan dikelola oleh Ahmad Rusdi. Setelah keduanya tutup usia, pengelola kantin digantikan Aris Munandar.

Baca juga: Cerita Kantin Salman ITB, Andalan Mahasiswa Berkantong Tipis

Dari dulu hingga sekarang, nyaris tak ada yang berubah dari Kantin Salman.

Saat dikunjungi Kompas.com pada Agustus 2019, kantin ini menyajikan puluhan makanan rumahan dengan konsep prasmanan atau mengambil sendiri makanan yang disediakan.

Salah satu keunggulan dari kantin ini, selain rasanya mirip dengan makanan di rumah, harganya sangat terjangkau alias murah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cuaca Buruk, Hama Wereng Serang Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember

Cuaca Buruk, Hama Wereng Serang Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember

Regional
1,9 Juta Keluarga di Jawa Barat Tak Punya Rumah Layak

1,9 Juta Keluarga di Jawa Barat Tak Punya Rumah Layak

Regional
Insiden Pos TNI Diserang KKB, 3 Orang Tertembak, Diduga Pimpinan Egianus Kogoya

Insiden Pos TNI Diserang KKB, 3 Orang Tertembak, Diduga Pimpinan Egianus Kogoya

Regional
Tak Ada Jembatan, Warga Nekat Gotong Peti Jenazah Seberangi Sungai yang Banjir

Tak Ada Jembatan, Warga Nekat Gotong Peti Jenazah Seberangi Sungai yang Banjir

Regional
Penjelasan Sekolah soal 'Study Tour' yang Jadi Pemicu Pembunuhan Anak oleh Ayah

Penjelasan Sekolah soal "Study Tour" yang Jadi Pemicu Pembunuhan Anak oleh Ayah

Regional
Orangtua Balita Tanpa Kepala: Kami Dengar Jawaban yang Selama Ini Dicari-cari

Orangtua Balita Tanpa Kepala: Kami Dengar Jawaban yang Selama Ini Dicari-cari

Regional
Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu, Adik Minta Tolong Tetangga hingga Pelaku Dibina

Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu, Adik Minta Tolong Tetangga hingga Pelaku Dibina

Regional
Sejak Januari 2020, 300 Jemaah Minta Rekomendasi Umrah pada Kemenag Jember

Sejak Januari 2020, 300 Jemaah Minta Rekomendasi Umrah pada Kemenag Jember

Regional
Hidup Sebatang Kara, Murtinah Penderita Katarak Kini Bisa Melihat Dunia

Hidup Sebatang Kara, Murtinah Penderita Katarak Kini Bisa Melihat Dunia

BrandzView
Jemaah Umrah asal Pamekasan Terkejut Batal Diberangkatkan

Jemaah Umrah asal Pamekasan Terkejut Batal Diberangkatkan

Regional
7 Jam Pria Ini Mematung di Pinggir Jalan Meski Diguyur Hujan, Ternyata...

7 Jam Pria Ini Mematung di Pinggir Jalan Meski Diguyur Hujan, Ternyata...

Regional
Transit di Singapura, Jemaah Umrah dari Surabaya Kembali ke Indonesia

Transit di Singapura, Jemaah Umrah dari Surabaya Kembali ke Indonesia

Regional
Jasad Delis Ditinggalkan 5 Jam, Diboncengkan Sepeda Motor oleh Ayahnya

Jasad Delis Ditinggalkan 5 Jam, Diboncengkan Sepeda Motor oleh Ayahnya

Regional
Dedi Mulyadi: Hutan Harus Jadi Kekayaan Spiritual untuk Cegah Banjir

Dedi Mulyadi: Hutan Harus Jadi Kekayaan Spiritual untuk Cegah Banjir

Regional
Paus Terdampar dalam Kondisi Mati di Pantai Kulon Progo

Paus Terdampar dalam Kondisi Mati di Pantai Kulon Progo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X