Empat Begal Sadis Dibekuk, Kapolda Sumut: Kalau Berbuat Lagi, Matikan Saja

Kompas.com - 21/08/2019, 18:51 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto memaparkan kasus begal sadis di Medan. Agus memberi instruksi tegas kepada anggotanya di lapangan untuk tidak segan-segan memberi tindakan tegas terhadap para penjahat yang menyerang petugas. KOMPAS.com/DEWANTOROKapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto memaparkan kasus begal sadis di Medan. Agus memberi instruksi tegas kepada anggotanya di lapangan untuk tidak segan-segan memberi tindakan tegas terhadap para penjahat yang menyerang petugas.

"Jika tangan kanan sudah luka, maka korban tak bisa lagi membawa sepeda motor. Mereka bukan hanya sekali melukai korban. Tapi berulang-ulang. Sadis," terang Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto.

Baca juga: Begal Sadis Berusia 17 Tahun Ini Ditembak karena Coba Kabur

Beraksi subuh, aksi terekam CCTV

Adapun operasi penangkapan keempat begal sadis ini setelah polisi menganalisa rekaman kamera pengawas saat aksi terakhir mereka di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan yang sempat viral di media sosial, beberapa waktu lalu.

Para pelaku ini kerap beraksi pada subuh hingga menjelang pagi.

Pelaku pertama yang ditangkap adalah Tengku Aditya pada 17 Agustus lalu di salah satu rumah di Jalan Sampul, Medan.

Pada hari itu juga, polisi memburu rekannya, Muhammad Ferdian dan berhasil ditangap di Jalan Sosial.

Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan dan menangkap dua tersangka lainya, yakni Leou Halawa dan Guntur Syahputra, Senin (19/8/2019) lalu. Dua pelaku ini berperan untuk melukai korban.

Setelah diinterogasi, Leou dan Guntur mengaku menyimpan senjata tajam yang mereka gunakan di semak-semak di daerah Sunggal. Polisi kemudian membawa mereka ke sana untuk mencari barang bukti itu.

Baca juga: Pelaku Begal Sadis Masih Bebas, Polisi Minta Warga Sambas Tetap Tenang

Serang petugas saat cari barang bukti

Namun, sesaat setelah tiba di sana, Leou dan Guntur tiba-tiba mengambil senjata tajam dari semak-semak dan menyerang petugas. Satu polisi terluka di bagian tangan karena aksi penyerangan ini.

Mereka kemudian berusaha menyerang petugas lain, sehingga polisi memberikan tembakan peringatan.

Dua pelaku yang kalap ini tak menghiraukan tembakan peringatan, sehingga polisi menembak mereka.

Dua pelaku tewas kehabisan darah setelah dibawa ke RS Bhayangkara. Saat ini, jenazah kedua pelaku masih disimpan di ruang jenazah.

Dalam operasi penangkapan itu, selain melumpuhkan para tersangka, polisi juga berhasil menyita barang bukti dua unit sepeda motor, pisau kecil, rencong dan pisau sangkur.

Polisi hingga kini belum menemukan parang dan samurai yang digunakan pelaku. 

Baca juga: Begal Sadis di Makassar Banyak Libatkan Anak di Bawah Umur

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X