Kompas.com - 21/08/2019, 17:00 WIB
Siswa kelas jauh SMPN 1 Talegong sesaat sebelum memulai belajar di SDN 1 Sukamaju Selasa (20/08/2019) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGSiswa kelas jauh SMPN 1 Talegong sesaat sebelum memulai belajar di SDN 1 Sukamaju Selasa (20/08/2019)

GARUT, KOMPAS.com – Siswa kelas jauh SMPN 1 Talegong di Desa Sukamaju Garut, sejak pertama didirikan tahun 2005 lalu tidak memiliki kesempatan yang sama seperti siswa sekolah lainnya, atau siswa di sekolah induknya yaitu SMPN 1 Talegong.

Sebab, selamanya mereka harus bersekolah siang, setelah para siswa sekolah tempatnya menumpang pulang.

Setiap hari, para siswa kelas jauh memulai sekolah pukul 12.30 WIB dan pulang paling lambat pukul 17.00 sore. Kondisi ini, membuat para siswa memiliki waktu terbatas.

Baca juga: Viral, Siswa SMP Kelas Jauh Menangis Minta Bangunan Sekolah

 

Bahkan, karena sekolah mulai di siang hari, tidak ada upacara penaikan bendera seperti yang biasa dilakukan di sekolah-sekolah lain pada hari Senin pagi.

“Anak saya selama sekolah tidak pernah merasakan upacara, karena sekolahnya siang,” jelas salah satu orangtua siswa yang juga guru PNS di SDN 1 Sukamaju.

Ibu guru tersebut mengungkapkan, sekolahnya memang baru ditempati para siswa kelas jauh belum genap dua bulan.

Para siswa kelas jauh terpaksa pindah ruang belajar setelah SDN 3 Sukamaju, sekolah tempat kelas jauh menumpang sejak didirikan direhab.

“Sebenarnya enak juga sih ada anak-anak kelas jauh, kita mah menekankan harus merasa memiliki, seperti sekolah sendiri, jadi bisa menjaga fasilitas sekolah, makanya kadang kita datang pagi, ruangan sudah bersih dipel oleh anak-anak kelas jauh,” katanya.

Esty Yulianty, siswa kelas IX kelas jauh SMPN 1 Talegong yang jadi juru bicara dalam video curahan hati para siswa yang viral mengakui, anak-anak kelas jauh jarang melaksanakan upacara penaikan bendera seperti sekolah lain yang biasa dilakukan di hari Senin pagi.

Karena jarang upacara, para siswa yang saat di sekolah dasar menjadi petugas upacara, tidak bisa menyalurkan kemampuannya seperti menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) atau menjadi pembaca naskah UUD 45 atau naskah Pancasila.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X