Populasi Orangutan di Kalbar Kritis, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 21/08/2019, 16:05 WIB
Kenaya, bayi orangutan berusia 8 bulan diselamatkan ke pusat rehabilitasi IAR Indonesia di Ketapang, Kalimantan Barat, Rabu (24/7/2019). dok IAR Indonesia Kenaya, bayi orangutan berusia 8 bulan diselamatkan ke pusat rehabilitasi IAR Indonesia di Ketapang, Kalimantan Barat, Rabu (24/7/2019).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Populasi orangutan yang berada di hutan Kalimantan Barat (Kalbar) kritis. Hingga saat ini jumlah orangutan di Kalbar hanya tinggal 20.330 ekor.

PO Manager Protected Areas and Community Conserved Area (CCA) WWF Indonesia, Albertus Tjiu mengatakan, terancamnya populasi orangutan di Kalbar tak terlepas dari fragmentasi habitat karena konversi hutan menjadi perkebunan, kebakaran hutan dan penebangan liar.

"Dalam 100 tahun ke depan, populasi orangutan diperkirakan hanya tinggal 38 persen," kata Tjiu, Rabu (21/8/2019).

Baca juga: Penembak Orangutan Hope Hanya Dihukum Wajib Azan, Ini Penjelasan BKSDA

Menurunnya populasi juga disebabkan munculnya konflik antara manusia dengan orangutan. Dan celakanya menimbulkan kematian bagi orangutan.

Semakin berkurangnya populasi yang mencapai lebih dari 50 persen ini juga disebabkan adanya perdagangan dan pemeliharaan orangutan.

"Saat ini status orangutan Kalimantan, naik statusnya dari genting (endangered) menjadi kritis (critically endangered) berdasarkan daftar merah IUCN tahun 2016," ungkapnya.

Tjiu menyebut, dari 20.330 individu orangutan di Kalbar, 4.520 individu merupakan sub spesies pongo pygmaeus pygmaeus dan 15.810 sub spesies pongo pygmaeus wurmbii.

"Individu-individu ini tersebar di dalam dan luar kawasan konservasi yang ada di Kalbar," sebutnya.

Baca juga: Perjalanan Panjang Bujing, Orangutan Asal Kalimantan Kembali ke Alam Liar

Secara umum, orangutan di Pulau Kalimantan mencapai 57.350 ekor. Mereka tersebar di habitat seluas 181.692 kilometer per segi, yang mencakup Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Sarawak – Malaysia.

Sedangkan, berdasar data terakhir pada tahun 2017, total individu orangutan di Indonesia dan Malaysia mencapai 71.000 ekor.

Kematian orangutan bisa dicegah jika seluruh masyarakat berkontribusi untuk menjaga dan menaikkan populasi orangutan.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X