2 Calon TKI Pembunuh Ibu dan Anak di Pagaralam Divonis Mati, Satu Lainnya Divonis 10 Tahun Penjara

Kompas.com - 21/08/2019, 14:16 WIB
Sidang vonis Tika Herli (31) dan Riko Apriadi (20) dua terdakwa kasus pembunuhan Ponia (31)  dan Selvia (20) yang merupakan ibu dan anak di Pengadilan Negeri Pagaralam, Selasa (20/8/2019). Dalam vonis tersebut, hakim menjatuhkan keduanya dengan hukuman mati. DOK. ISTIMEWASidang vonis Tika Herli (31) dan Riko Apriadi (20) dua terdakwa kasus pembunuhan Ponia (31) dan Selvia (20) yang merupakan ibu dan anak di Pengadilan Negeri Pagaralam, Selasa (20/8/2019). Dalam vonis tersebut, hakim menjatuhkan keduanya dengan hukuman mati.

PAGARALAM, KOMPAS.com - Tika Herli (31) dan Riko Apriadi (20) dua terdakwa kasus pembunuhan sadis terhadap Ponia (31) dan Selvia (13) yang merupakan ibu dan anak divonis dengan hukuman mati  oleh majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Kedua terdakwa ini terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana karena telah menghilangkan nyawa kedua korban secara sengaja.

Sementara, satu terdakwa lagi yakni Jefri (21), telah lebih dulu divonis hakim dengan hukuman selama 10 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim M Martin Helmi usai membacakan vonis tersebut mengatakan, kedua terdakwa memiliki waktu selama satu pekan untuk menentukan sikap dari vonis yang dijatuhkan tersebut.


"Apabila 7 hari ke depan tidak ada laporan banding yang masuk, maka secara resmi putusan dinyatakan sah secara Undang-undang," kata Martin dalam sidang, Selasa (21/8/2019).

Baca berita sebelumnya: Karena Utang, 3 Calon TKI Bunuh Ibu dan Anak di Sumsel

Setelah membacakan vonis tersebut, Ida (50) yang merupakan ibu dari Ponia sangat bersyukur atas hukuman yang dijatuhkan tersebut.

Ida mengatakan, perbuatan para terdakwa sangat keji saat pembunuhan anak dan cucunya itu berlangsung. B

ahkan jenazah keduanya baru ditemukan warga di aliran Sungai Lematang Desa Lekung Daun, Kecamatan Pagar Gunung, Kabupaten Lahat, pada Selasa (25/12/2018) lalu.

"Mereka kejam, mereka pantas mendapatkan hukuman itu,"kata Ida.

Halaman:


komentar di artikel lainnya
Close Ads X