Tiga Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap di Kalsel

Kompas.com - 21/08/2019, 11:38 WIB
Petugas BPBD Kalsel terus berjibaku memadamkan api. Akibat titik api meluas, BPBD Kalsel merilis SMS Broadcast bahaya karhutla, Senin (19/8/2019). Dok. Humas BPBD KalselPetugas BPBD Kalsel terus berjibaku memadamkan api. Akibat titik api meluas, BPBD Kalsel merilis SMS Broadcast bahaya karhutla, Senin (19/8/2019).


BANJARBARU, KOMPAS.com - Tiga pelaku pembakaran lahan berhasil ditangkap tim Satgas Karhutla Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan.

Dua orang ditangkap di Daerah Sungai Ulin, Banjarbaru. Sementara, satu orang lainnya ditangkap di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Ketiganya tertangkap tangan melakukan pembakaran lahan oleh tim Satgas Karhutla yang sedang melakukan patroli.

"Mereka tertangkap tangan, tidak bisa beralasan lagi mereka dan kita akan proses sesuai hukum yang berlaku," ujar Kepala BPBD Kalsel Wahyuddin saat dihubungi, Rabu (21/8/2019).

Menurut Wahyuddin, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2008, membakar lahan dengan sengaja akan dikenakan hukuman kurungan 6 bulan dan denda Rp 50 juta.

Baca juga: Pemadaman Karhutla di Ketapang Terkendala Tanah Gambut dan Sumber Air

Namun, jika menggunakan Undang-Undang Lingkungan Hidup, maka para pelaku bisa menerima hukuman yang lebih berat, yakni kurungan 3 sampai 5 tahun.

"Pelaku kita serahkan ke kantor polisi, dan mereka ini indikasinya hanya perorangan saja. Saat ini dalam proses penyelidikan," kata Wahyuddin.

Menurut Wahyuddin, kasus-kasus pembakaran lahan di Kalsel merupakan kasus perorangan, sehingga sangat sulit membuktikan apakah ada perusahaan yang terlibat.

"Kita masih dalami ini, kalau memang lahan yang dibakar bukan milik dia, maka pemilik lahan juga akan dimintai keterangan," ujar Wahyuddin.

Dibandingkan tahun lalu, kasus pembakaran lahan di Kalsel tahun ini meningkat.

Pada tahun lalu, Satgas Karhutla BPBD Kalsel hanya mengamankan 2 orang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahas Penanganan Banjir dengan Risma, DPRD DKI Jakarta: Kami Belajar Banyak dari Surabaya

Bahas Penanganan Banjir dengan Risma, DPRD DKI Jakarta: Kami Belajar Banyak dari Surabaya

Regional
Usaha Benang Gelasan Naik Daun Saat Pandemi, Erwin Sampai Harus Menambah Karyawan

Usaha Benang Gelasan Naik Daun Saat Pandemi, Erwin Sampai Harus Menambah Karyawan

Regional
Polisi Duga Ada Provokator di Balik Bentrokan Penyebab 1 Warga Palopo Tewas

Polisi Duga Ada Provokator di Balik Bentrokan Penyebab 1 Warga Palopo Tewas

Regional
Kasus Agen Minta Rp 32 Juta Buat Pulangkan Jenazah TKI, Pemkab Indramayu: Itu hanya Isu

Kasus Agen Minta Rp 32 Juta Buat Pulangkan Jenazah TKI, Pemkab Indramayu: Itu hanya Isu

Regional
Maju Pilkada Kabupaten Bandung, Eks Bintang Persib Atep Rizal Sebut Sahrul Gunawan Lawan Berat

Maju Pilkada Kabupaten Bandung, Eks Bintang Persib Atep Rizal Sebut Sahrul Gunawan Lawan Berat

Regional
Paslon yang Langgar Protokol Kesehatan Bisa Kena Sanksi Tak Boleh Kampanye 3 Hari

Paslon yang Langgar Protokol Kesehatan Bisa Kena Sanksi Tak Boleh Kampanye 3 Hari

Regional
Gegara Rem Blong di Jalan Lingkar Salatiga, Truk Terguling Masuk ke Area Makam

Gegara Rem Blong di Jalan Lingkar Salatiga, Truk Terguling Masuk ke Area Makam

Regional
11 Tewas di Tambang Batu Bara Ilegal Muara Enim, Pekerja Sedang Gali Terowongan Saat Hujan

11 Tewas di Tambang Batu Bara Ilegal Muara Enim, Pekerja Sedang Gali Terowongan Saat Hujan

Regional
Kronologi Mobil Pengangkut 40 Tabung Gas Terbakar di SPBU Cianjur, Terdengar Suara Ledakan

Kronologi Mobil Pengangkut 40 Tabung Gas Terbakar di SPBU Cianjur, Terdengar Suara Ledakan

Regional
'Masyarakat Kritik, Pemkot Kurang Tegas Melaksanakan Protokol Kesehatan, di Luar Bagus, di Dalam Tidak'

"Masyarakat Kritik, Pemkot Kurang Tegas Melaksanakan Protokol Kesehatan, di Luar Bagus, di Dalam Tidak"

Regional
Sedang Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Sumut Diserang Puluhan Preman, 5 Mobil Rusak, 3 Petugas Terluka

Sedang Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Sumut Diserang Puluhan Preman, 5 Mobil Rusak, 3 Petugas Terluka

Regional
Kapolda Sulsel Sebut Demo di Makassar Disusupi Aliansi Makar

Kapolda Sulsel Sebut Demo di Makassar Disusupi Aliansi Makar

Regional
Begini Cerita Seorang Santri Nekat Naik Tiang Bendera Saat Upacara Bendera di Gorontalo...

Begini Cerita Seorang Santri Nekat Naik Tiang Bendera Saat Upacara Bendera di Gorontalo...

Regional
Cerita di Balik Bisnis Mempercantik Boneka Bekas Bertarif Jutaan Rupiah, Ada Kenangan Masa Kecil...

Cerita di Balik Bisnis Mempercantik Boneka Bekas Bertarif Jutaan Rupiah, Ada Kenangan Masa Kecil...

Regional
Kasus Foto Bugil 2 Pendaki Gunung Gede Pangrango, Ternyata Dilakukan di Tempat Sakral

Kasus Foto Bugil 2 Pendaki Gunung Gede Pangrango, Ternyata Dilakukan di Tempat Sakral

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X