Luka Cukup Dalam, Dua Anggota Polisi yang Terbakar Butuh Tambahan Kulit hingga Operasi

Kompas.com - 21/08/2019, 11:08 WIB
Detik-detik api membesar dan melukai empat orang anggota polisi dalam aksi unjukrasa gabungan elemen mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/08/2019) siang yang berujung ricuh. Kompas.com/Firman TaufiqurrahmanDetik-detik api membesar dan melukai empat orang anggota polisi dalam aksi unjukrasa gabungan elemen mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/08/2019) siang yang berujung ricuh.

BANDUNG, KOMPAS.com - Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon, dua anggota kepolisian yang terbakar saat mengawal aksi demo mahasiswa di Cianjur, kini dalam perawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin ( RSHS) Bandung.

Dokter RSHS Hardisiswo Soedjana mengatakan, dua anggota Polres Cianjur ini datang ke RSHS dengan luka bakar 13,5 persen untuk korban Bripda Yudi Muslim dan 6,5 persen untuk Bripda FA Simbolon.

Mengingat luka bakar yang diderita cukup dalam, maka tidak menutup kemungkinan untuk proses penyembuhannya membutuhkan tambahan kulit hingga penanganan operasi. 

"Muhamad Yudi, 13,5 persen, (luka) leher dan tangan kanan, dengan derajat kedalaman antara agak dalam 2b. Artinya mungkin membutuhkan tambahan kulit," kata Hardi di RSHS Bandung (21/8/2019).

Baca juga: Siswa SMK yang Beri Minum Polisi Terbakar Bercita-cita Ingin Jadi Polisi

"Yang satu lagi 6,5 persen kena leher juga sebagian di dada dan lengan atas kanan. Masalahnya adalah dalam luka bakarnya jadi memerlukan tindakan operasi untuk penyembuhan," tambahnya.

Menurutnya, karena luka bakar yang cukup dalam maka penyembuhan pasien membutuhkan waktu yang cukup lama. 

"Karena dalam itu ada ancaman infeksi perlu perawatan agak lama dalam waktu seminggu hingga 10 hari dia akan sembuh spontan dan tumbuh kulit baru," ujarnya.

Luka bakar itu pun bisa saja sembuh sendiri hanya saja akan tumbuh jaringan parut yang bolak balik.

"Ini akan menimbulkan menarik leher, bisa tidak bebas bergerak sehingga memerlukan penanganan dua kali operasi," tuturnya.

Baca juga: Kapolda Jabar Beri Penghargaan untuk Siswa SMK yang Beri Minum Polisi Terbakar

Pada Kamis (22/8/2019), Hardi akan melihat kondisi umum dari kedua pasiennya itu.

"Keadaan luka yang cukup dalam, perlu dibersihkan dengan general anastesi atau bius umum. Bagian tangan dalam, wajahnya Pak Yudi sebagian dalam, tapi waktu diperiksa tidak ada trauma," jelasnya.

Proses penambalan jaringan kulit mati membutuhkan tambahan kulit yang akan diambil tim dokter dari bagian tubuh pasien.

"Proses penambalan nanti disisit jaringan matinya, dibuang lalu kita ambil dari paha untuk leher. Sekarang, sebagian luka udah kering dan ada yang sudah jadi kulit. Kita cegah jangan pindah ke yang lain jadi lebih dalam. Dengan perawatan luka dan gizi yang baik juga," katanya.

"Yang satu lagi lebih baik karena tidak terlalu luas, di tangan enggak ada. Yang satu itu karena di tangan dan leher agak dalam," tambahnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X