Bonus Dipangkas 50 Persen, Pengemudi Gojek Ancam Mogok Massal

Kompas.com - 21/08/2019, 08:42 WIB
Pengemudi ojek online yang tergabung dalam Banyumas Kompak menggelar audiensi dengan Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Pendapa Si Panji Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (20/8/2019) malam. KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINPengemudi ojek online yang tergabung dalam Banyumas Kompak menggelar audiensi dengan Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Pendapa Si Panji Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (20/8/2019) malam.

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Pengemudi ojek online di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mengancam akan menggelar aksi mogok massal sebagai bentuk protes atas pemangkasan bonus hingga 50 persen.

Hal itu diungkapkan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Banyumas Kompak pada saat audiensi dengan Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Pendapa Si Panji Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (20/8/2019) malam.

"Tuntutan kami simpel, kami ingin bonus dikembalikan lagi kayak dulu. Sebelumnya bonus Rp 80.000 kalau tutup poin, yaitu 20 poin, sekarang dipangkas jadi Rp 40.000," kata pengemudi Gojek dari Komunitas Driver Online Seluruh Masyarakat Banyumas Raya (D'semar) seusai audiensi.


Baca juga: Pengemudi Ojek Online Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Madiun

Saat ini, di wilayah Banyumas, kata Bendot, ada sekitar 4.000 pengemudi Gojek. Sedangkan untuk Gocar ada sekitar 500 hingga 600 pengemudi.

Pengemudi ojek online lain yang hadir dalam pertemuan tersebut, Purwono mengatakan, sebagian besar komunitas ojek online yang ada di Banyumas sepakat membuat tuntutan.

Apabila tuntutan tersebut tidak terpenuhi, mereka akan melakukan aksi mogok massal.

"Dari mayoritas komunitas, khususnya driver roda dua yang dikumpulkan setuju bikin tuntutan kepada Gojek. Di saat pemerintah mengeluarkan aturan mengenai tarif, Gojek justru memangkas bonus kita jadi 50 persen tanpa alasan yang jelas," ujar Purwono.

Baca juga: Polisi Gadungan Rampok Pengemudi Ojol dengan Pistol Korek Api Gas

Purwono mengatakan Banyumas Kompak juga menuntut Grab agar menurunkan target yang dibebankan kepada pengemudi yang menjadi mitranya.

Pasalnya di wilayah Banyumas, belum banyak masyarakat yang menggunakan jasa tersebut.

"Tuntutan kita bonus Gojek kembalikan seperti semula. Kami meminta agar tidak semena-mena kepada driver, karena mereka jadi decacorn ujung tombaknya adalah driver, tanpa driver mereka bukan apa-apa," kata Purwono.

Sementara itu Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan akan berupaya memfasilitasi tuntutan tersebut. Pasalnya, regulasi mengenai bonus di tangan penyedia aplikasi.

"Mestinya kalau bikin regulasi jangan mau menangnya sendiri, mendengarkan teman-teman di bawah, perhatikan kesejahteraan ojek online. Misal (ojek online) berhenti satu minggu saja, yang paling teriak ya operator," kata Sadewo.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Regional
Ruang Multisensori untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kini Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

Ruang Multisensori untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kini Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

Regional
Cerita di Balik Kedatangan Bupati Minahasa Selatan ke Istana, Tak Diundang Jokowi hingga Pernah Diperiksa KPK

Cerita di Balik Kedatangan Bupati Minahasa Selatan ke Istana, Tak Diundang Jokowi hingga Pernah Diperiksa KPK

Regional
Cabut Izin Mendirikan Gereja, Bupati Bantul Digugat

Cabut Izin Mendirikan Gereja, Bupati Bantul Digugat

Regional
Air Sumur Mendidih di Ambon, Ini Penjelasan LIPI

Air Sumur Mendidih di Ambon, Ini Penjelasan LIPI

Regional
'Terima Kasih Banyak Bapak Presiden Jokowi Sudah Kirimkan Saya Uang'

"Terima Kasih Banyak Bapak Presiden Jokowi Sudah Kirimkan Saya Uang"

Regional
Pedagang Pasar Tiba-tiba Lempari Gerbang Universitas Riau dengan Sayur dan Buah

Pedagang Pasar Tiba-tiba Lempari Gerbang Universitas Riau dengan Sayur dan Buah

Regional
DPRD Jabar Kritisi soal Komunikasi dengan Ridwan Kamil

DPRD Jabar Kritisi soal Komunikasi dengan Ridwan Kamil

Regional
Angin Kencang Tak Berhenti Terjang Permukiman Warga di Magelang, Ratusan Rumah Rusak

Angin Kencang Tak Berhenti Terjang Permukiman Warga di Magelang, Ratusan Rumah Rusak

Regional
Ucapan Selamat kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin dari Asmat Papua

Ucapan Selamat kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin dari Asmat Papua

Regional
Fakta Tetty Paruntu Bupati Minahasa Selatan yang Datang ke Istana, Kader Golkar yang Peduli Pada Lansia

Fakta Tetty Paruntu Bupati Minahasa Selatan yang Datang ke Istana, Kader Golkar yang Peduli Pada Lansia

Regional
Densus 88 Dimarahi Pemilik Indekos yang Disewa Terduga Teroris, Disuruh Buka Sepatu

Densus 88 Dimarahi Pemilik Indekos yang Disewa Terduga Teroris, Disuruh Buka Sepatu

Regional
Santri Tewas Terjatuh dari Pohon Kelapa Jam 2 Dini Hari, Orangtua Heran

Santri Tewas Terjatuh dari Pohon Kelapa Jam 2 Dini Hari, Orangtua Heran

Regional
Pemprov Sulsel Gandeng KPK untuk Tingkatkan Kapasitas Humas

Pemprov Sulsel Gandeng KPK untuk Tingkatkan Kapasitas Humas

Regional
Penemuan Ikan Bertuliskan Kata “Ambon” dan 'Maluku', Diduga dari Koran yang Menempel

Penemuan Ikan Bertuliskan Kata “Ambon” dan "Maluku", Diduga dari Koran yang Menempel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X