Jokowi: 5 Tahun Mendatang Apa yang Dikerjakan Sulit Semua...

Kompas.com - 20/08/2019, 20:41 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan di Muktamar PKB di Badung, Bali, Selasa (20/8/2019). KOMPAS.com/Rakhmat Nur HakimPresiden Joko Widodo saat memberikan sambutan di Muktamar PKB di Badung, Bali, Selasa (20/8/2019).

DENPASAR, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) membuka Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang digelar di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Selasa (20/08/2019) malam.

Didampingi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua PB NU KH Said Aqil Siradj, pembukaan muktamar ditandai dengan pelontaran ketapel.

Hadir dalam pembukaan ini Ketua umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Ketua NasDem Surya Palloh, Ketua Unum Golkar Erlangga Sutarto, Ketua Umum PPP Yusril Iza Mahendra, Ketua Umum PSI Grace Natalie dan sejumlah pengurus pusat partai politik lainnya.

Hadir pula sejumlah menteri kabinet Jokowi.

Dalam sambutannya, Jokowi memaparkan prioritas kerja lima tahun mendatang.

"Lima tahun ke depan apa yang mau dikerjakan sulit semua," kata Jokowi, Selasa.

Baca juga: Kehadiran Jokowi di Muktamar PKB Disambut Pekikan Papua Damai

Pembangunan infrastruktur akan dilanjutkan. Tantangan besar adalah membangun sumber daya manusia.

Apa yang ingin dikerjakan dimulai dari kandungan. Termasuk menurunkan angka stunting.

"Kita urus benar, tak bisa tidak mulai dari situ (kandungan). Gizi dan nutrisinya, nanti Menteri Kesehatan paling utama," kata Jokowi.

Jokowi menilai, Indonesia sulit bersaing jika angka stunting masih tinggi. Setelah anak lahir, asupan gizi menjadi pekerjaan selanjutnya. Kemudian dilanjutkan dengan pendidikan dasar.

"Pendidikan dasar paling penting adalah membangun karakter, memberikan nilai budi pekerti, etika agama, toleransi. Baru kemudian matematika dan yang lain-lain," kata Jokowi.

Baca juga: Putra Mahkota Abu Dhabi Mulai Pencarian Lokasi Pembangunan Masjid di Solo



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasca-teror di Sigi, Warga Desa Belum Berani Kembali ke Rumah

Pasca-teror di Sigi, Warga Desa Belum Berani Kembali ke Rumah

Regional
Korban Keracunan Makanan Pesta Pernikahan Bertambah Jadi 212 Orang, 1 Balita Tewas

Korban Keracunan Makanan Pesta Pernikahan Bertambah Jadi 212 Orang, 1 Balita Tewas

Regional
Gubernur Sulsel Minta Bupati dan Wali Kota Atur Jalur Vaksin Covid-19

Gubernur Sulsel Minta Bupati dan Wali Kota Atur Jalur Vaksin Covid-19

Regional
Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumedang Jadi 2 Orang, Ini Kronologinya

Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumedang Jadi 2 Orang, Ini Kronologinya

Regional
Bertambah 128 Kasus Covid-19 dalam 4 Hari di Boyolali, Didominasi OTG

Bertambah 128 Kasus Covid-19 dalam 4 Hari di Boyolali, Didominasi OTG

Regional
BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

Regional
Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Regional
Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Regional
Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Regional
Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Regional
Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Regional
'Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD'

"Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD"

Regional
Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara 'Real Time'

Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara "Real Time"

Regional
Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Regional
Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X