Pihak Swasta yang Diamankan Saat OTT KPK Putri Eks Manajer Persis Solo

Kompas.com - 20/08/2019, 17:59 WIB
Pintu kantor PT Kusuma Tjandra Contractor di Dusun Baturan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah disegel KPK terkait OTT di Yogyakarta, Selasa (20/8/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPintu kantor PT Kusuma Tjandra Contractor di Dusun Baturan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah disegel KPK terkait OTT di Yogyakarta, Selasa (20/8/2019).

SOLO, KOMPAS.com - PT Kusuma Tjandra Contractor di Dusun Baturan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penyegelan itu terkait operasi tangkap tangan (OTT) empat orang di Yogyakarta, Senin (19/8/2019).

Kantor itu merupakan tempat ditangkapnya kontraktor proyek bernama GJ Ana Kusuma, putri dari eks Manajer Persis Solo, Waseso.

Waseso membenarkan peristiwa penangkapan terhadap anak pertamanya oleh KPK. Dirinya kaget dengan peristiwa itu. 

"Kemarin didatangi petugas (KPK) ke sini. Kita juga tidak nyangka akan ada peristiwa itu," katanya, Selasa (20/8/2019).

Baca juga: Sri Sultan Berharap OTT Jaksa di Yogyakarta Adalah yang Pertama dan Terakhir

Waseso mengetahui kalau anaknya tersebut menang lelang Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Yogyakarta dalam proyek rehabilitasi SAH Jalan Supomo dan sekitarnya.

Namun, tidak diketahui perusahaan mana yang dipakai anaknya untuk memenangkan lelang proyek itu.

Sebab, PT Kusuma Tjandra Contractor tersebut merupakan perusahaan yang dikelola oleh suami Ana atau menantu Waseso.

"Proses lelang sudah berjalan. Sudah ditunjuk sebagai pemenang. Tapi SPK-nya (Surat Perintah Kerja) belum jadi karena menunggu proses pemindahan NPWP ke Jogja khusus untuk proyek yang ditanganinya," terang dia.

Waseso juga mengatakan uang muka untuk proyek yang ditangani anaknya di Yogyakarta itu juga belum dicairkan karena masih menunggu SPK.

"Sambil menunggu SPK berjalan dia nyicil pekerjaan. Uang muka juga belum nerima karena belum ada pencairan. Jadi, menurut istilah kerugian negara juga belum ada," ujarnya.

"Mungkin ada biaya-biaya operasional yang untuk mengurus administrasi. Jadi, yang dikatakan nyuap itu, katanya. Tapi juga belum tahu jelasnya," sambung dia.

Baca juga: KPK Pinjam Tempat di Polresta Surakarta untuk Pemeriksaan Awal Terkait OTT

Seperti diberitakan KPK mengamankan empat orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Yogyakarta, Senin (19/8/2019).

Keempat orang yang ditangkap itu terdiri dari jaksa, PNS, dan pihak swasta.

"Ada kegiatan OTT di Yogyakarta. Ada sekitar empat orang yang diamankan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Senin (19/8/2019).

KPK juga mengamankan uang Rp 100 juta dalam OTT ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

Regional
Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Regional
Terlibat Judi, Oknum Kades Datangi Polisi dan Menyerahkan Diri

Terlibat Judi, Oknum Kades Datangi Polisi dan Menyerahkan Diri

Regional
Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Regional
Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Regional
Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Regional
Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Regional
Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Regional
Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X