Tak Kebagian Ruang Kelas, Siswa SMA di Sekolah Ini Belajar di Dapur

Kompas.com - 20/08/2019, 17:01 WIB
Siswa SMA Al Fiqri Telaga Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku mengikuti proses belajar mengajar di ruang dapur sekolah yang disulap sebagai ruang kelas, Selasa (20/8/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSiswa SMA Al Fiqri Telaga Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku mengikuti proses belajar mengajar di ruang dapur sekolah yang disulap sebagai ruang kelas, Selasa (20/8/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Sekolah Menengah Atas (SMA) Al Fiqri Telaga Piru di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, terpaksa menjadikan dapur sekolah untuk tempat belajar bagi para siswanya.

Kepala SMA AL Fiqri Telaga Piru La Gadir mengatakan, pihak sekolah terpaksa menyulap dapur di sekolah itu sebagai ruang belajar, karena sekolah yang dipimpinnya itu mengalami kekurangan ruang kelas.

“Kondisi ini terjadi karena sekolah kami kekurangan ruang kelas. Makanya kami gunakan dapur sebagai ruang belajar,” kata Gadir saat dihubungi, Selasa (20/8/2019).

Baca juga: Polda Jabar Apresiasi Pemuda yang Bantu Polisi Terbakar di Cianjur

Gadir mengatakan, kondisi itu sebenarnya tidak nyaman bagi para siswa dalam menimba ilmu.

Pihak sekolah kemudian mencari cara lain.

Salah satunya, pihak sekolah berkoordinasi dengan SMP Negeri 11 yang kebetulan lokasinya berdekatan dengan SMA.

Rencananya, SMA Al Fikri ingin meminjam salah satu ruang kelas.

Namun, sayangnya pihak SMP N 11 juga tidak memiliki ruangan lebih.

“Kami juga sudah ajukan permohonan ke Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan, tapi sampai saat ini belum terealisasi," kata Gadir.

SMA Al Fiqri saat ini memiliki sebanyak 190 siswa.

Gadir meminta agar pemerintah dapat membantu masalah yang dihadapi sekolah tersebut.

Terkait persoalan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Salah Tio masih enggan memberikan tanggapan.

Sementara, Bupati SBB Muhamad Yasin Payapo mengaku baru mengetahui persoalan itu.

Dia kemudian meminta pihak sekolah agar melaporkan kondisi tersebut ke Pemerintah Kabupaten SBB.

Yasin berjanji laporan itu akan ditindaklanjuti. Menurut dia, laporan itu akan diajukan sebagai salah satu program pembangunan ruang kelas oleh Pemkab SBB pada tahun depan.

“Saya baru tahu soal ini, nanti biar mereka laporkan, agar dimasukan ke dalam program tahun depan. Yang jelas kita akan perhatikan,” kata Yasin.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X