Kompas.com - 20/08/2019, 16:53 WIB
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri bersama Wali Kota Malang Sutuaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko usai makan siang bersama sejumlah mahasiswa asal Papua di salah satu rumah makan di Kota Malang, Selasa (20/8/2019) KOMPAS.COM/ANDI HARTIKKapolres Malang Kota AKBP Asfuri bersama Wali Kota Malang Sutuaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko usai makan siang bersama sejumlah mahasiswa asal Papua di salah satu rumah makan di Kota Malang, Selasa (20/8/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri memastikan keamanan mahasiswa asal Papua yang ada di Kota Malang.

Asfuri akan terus berkomunikasi dengan perwakilan mahasiswa asal Papua yang ada di Malang untuk memastikan keamanannya.

"Tentunya kami terus berkomunikasi, ini tadi bertemu dengan perwakilan mahasiwa Papua. Kami coba bangun komunikasi kembali. Nanti kami akan adakan pertemuan bahwa adik-adik mahasiswa Papua yang kuliah di Malang ini terjamin keamanannya," kata Asfuri, usai makan siang bersama sejumlah mahasiswa asal Papua, Selasa (20/8/2019).

Baca juga: Pasca-kerusuhan di Papua, Aktivitas Pelabuhan Kembali Normal

Di sisi lain, Asfuri juga mengajak warga Kota Malang untuk menjaga kondusifitas. Asfuri berharap tidak akan ada lagi konflik yang dapat menimbulkan perpecahan.

"Kemudian juga tentunya saya mengajak seluruh masyarakat Kota Malang, kita menjaga bersama situasi yang sudah kondusif ini. Jangan dicederai dengan insiden yang dapat menimbulkan permasalahan atau konflik," ungkap dia.

Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Jawa Timur, Gayuh Satrio meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang memicu konflik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mengimbau keseluruhan ormas untuk dapat lebih menahan diri, mengutamakan dan menghormati hak-hak setiap masyarakat," kata dia, melalui rilis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Tokoh Agama di Papua Imbau Masyarakat Tenang dan Percayakan Masalah Hukum ke Polisi

Selain itu, Gayuh juga meminta supaya pihak kepolisian mengusut pihak-pihak yang melakukan kekerasan dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua.

"Mengusut tuntas dugaan adanya kekerasan dan intimidasi yang dilakukan ormas terhadap mahasiswa Papua," ujar dia.

Gayuh juga meminta Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk bertanggung jawab karena telah melakukan pembiaran kekerasan terhadap mahasiswa asal Papua.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X