Kompas.com - 20/08/2019, 15:47 WIB
Puluhan personel gabungan dari Brimob, Polres, Bakamla, Polairud dan personel SAR Tual dikerahkan untuk membantu pembebasan 23 ABK KM Mina Sejati yang disandera di perairan Kepulauan Aru, Senin dinihari (19/8/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYPuluhan personel gabungan dari Brimob, Polres, Bakamla, Polairud dan personel SAR Tual dikerahkan untuk membantu pembebasan 23 ABK KM Mina Sejati yang disandera di perairan Kepulauan Aru, Senin dinihari (19/8/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Keberadaan belasan ABK KM Mina Sejati yang terlibat perkelahian di atas kapal tersebut hingga kini masih misterius.

Personel TNI AL yang ditugaskan untuk menyelamatkan para ABK itu ternyata tidak menemukan satu pun ABK setelah berhasil menggeledah kapal tersebut.

Lalu di mana sebenarnya 15 ABK yang berada di atas kapal tersebut dan jasad lima ABK yang menjadi korban dalam insiden perkelahian di atas kapal tersebut?

Perwakilan perusahan pemilik KM Mina Sejati di Dobo, Kepulauan Aru, Maluku, Koko Rinto mengtaakan, berdasarkan informasi yang ia terima langsung dari nakhoda KM Gemilang Samudera, saat peristiwa itu ada 13 ABK yang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

Baca juga: Fakta Tragedi KM Mina Sejati di Perairan Laut Maluku, 7 ABK Tewas hingga TNI AL Kuasai Kapal

“Ada 13 ABK yang melompat ke laut termasuk kapten Kapal Mina Sejati, saat itu dua ABK meninggal dunia, kedua korban itu sempat terluka karena dibacok, infomasi ini saya dapat langsung melalui telepon satelit dengan nakhoda KM Gemilang Samudera,” ungkap Koko, saat dikonfirmasi Kompas.com, dari Ambon, Selasa (20/8/2019).

KM Gemilang Samudera saat itu berada tak jauh dari lokasi kejadian dan ikut menolong 11 ABK yang terlibat perkelahian di atas KM Mina Sejati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Koko mengatakan, dari pembicaraan via telepon satelit itu, dia mendapatkan informasi kalau ada lima ABK lainnya terbunuh di atas KM Mina Sejati.

Sedangkan, ABK yang berada di atas kapal tersebut saat itu sekitar 15 orang.

Namun, saat ditanya keberadaan lima korban tewas di atas kapal tersebut dan juga 15 ABK lainnya, Koko mengaku tidak mengetahuinya.

Baca juga: 15 ABK KM Mina Sejati Menghilang Secara Misterius, Begini Tanggapan TNI AL

“Kalau dua korban tewas yang dibacok dan terjatuh di laut itu sudah berada di KM Gemilang Samudera. Tapi, kalau lima korban tewas, saya tidak tahu keberadaan mereka, termasuk juga 15 ABK lain, karena saat diperiksa TNI AL sudah tidak ada lagi,” ujar dia.

Koko sendiri memastikan bahwa jumlah penumpang yang berada di atas kapal yang kini sudah karam tersebut berjumlah 36 orang, termasuk nakhoda dan juga 3 ABK yang diduga sebagai pelaku keributan.

”Kalau jumlah penumpang di dalam kapal total seluruhnya itu 36 orang,” ujar dia.

Menurut Koko, insiden tersebut telah dilaporkan kepada perusahan pemilik kapal di Jakarta. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Regional
Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X