Satpol PP Terkejut Temukan Puluhan Video Porno di Ponsel Pelajar yang Terjaring Razia

Kompas.com - 20/08/2019, 14:52 WIB
Anggota Satpol PP Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menemukan puluhan video porno di ponsel milik pelajar yang bolos sekolah, Selasa (20/8/2019). KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKEAnggota Satpol PP Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menemukan puluhan video porno di ponsel milik pelajar yang bolos sekolah, Selasa (20/8/2019).

BAUBAU, KOMPAS.com – Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, mengamankan empat orang pelajar yang membolos sekolah,selasa (20/8/2019) siang. 

Saat diperiksa, Satpol PP terkejut ketika dua dari empat pelajar yang terjaring razia ternyata menyimpan puluhan video porno dalam telepon genggamnya. 

“Ponselnya berisikan video dengan konten orang dewasa, sehingga kami amankan di kantor Satpol PP,” kata Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kota Baubau, Muhamad Husni Ganiru, di Kantornya, Selasa (20/8/2019)

Keempat pelajar tersebut diamankan Satpol PP ketika sedang nongkrong di Kawasan Benteng Keraton Buton di saat jam pelajaran berlangsung. 


Baca juga: Pria Beristri 5 yang Cabuli Anaknya 50 Kali Gemar Nonton Video Porno

Anggota Satpol PP yang melintas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap keempat pelajar tersebut. 

Saat diperiksa, petugas kemudian menemukan puluhan video porno dari telepon genggam milik dua pelajar dari empat pelajar yang terjaring razia tersebut.

Keempat pelajar tersebut kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan. 

“Kita akan koordinasikan dengan keluarganya dan selanjutnya akan  kembalikan ke sekolahnya untuk dibina,” ujarnya. 

Baca juga: Fakta Kasus Siswa SD dan SMP Perkosa Siswi SMA di Probolinggo, Nonton Video Porno di Ponsel Orangtua hingga Tak Ditahan Polisi

Muhamad Husni, berharap agar pihak sekolah dan orangtua siswa agar lebih ketat dalam melakukan pengawasan dan mengontrol dalam penggunaan telepon genggam. 

“Kalau mengandalkan razia dari teman-teman Satpol PP ini tidak akan berhasil. Sehingga untuk meminimalisir ini (video porno), pihak sekolah harus tegas bagaimana penggunaan ponsel dan pihak orangtua harus lebih ketat mengontrol penggunaan ponsel,” ucap Muhamad Husni. 



komentar di artikel lainnya
Close Ads X