7 Kisah Damai Merawat Toleransi Indonesia...

Kompas.com - 20/08/2019, 07:15 WIB
Sekolah HighScope Indonesia menggelar rangkaian kegiatan 3R tahun 2019 (28-29/5/2019) untuk menumbuhkan semangat toleransi siswa. Dok. SHISekolah HighScope Indonesia menggelar rangkaian kegiatan 3R tahun 2019 (28-29/5/2019) untuk menumbuhkan semangat toleransi siswa.
Penulis Rachmawati
|
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Pada momentum Hari Ulang Tahun RI ke-47, Presiden Joko Widodo menulis di akun Instagramnya @jokowi tentang Indonesia sebagai rumah besar yang nyaman untuk semua, tempat semua.

"Yang patut kita syukuri adalah bahwa di tengah berbagai tantangan dan terpaan badai sejarah, Indonesia tetap berdiri kokoh sampai hari ini. Semua itu karena kita memiliki fondasi yang sangat kuat, Pancasila -- dasar negara, bintang penjuru, pemersatu kita semua. Di rumah Pancasila ini, kita hidup rukun meski berbeda latar belakang agama, asal usul suku, ras, maupun golongan.

Rumah besar Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk semua, tempat semua anak bangsa bisa berkarya, bergerak, dan berjuang untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita kita.

Persatuan Indonesia akan selalu sentosa. Seperti kiambang-kiambang yang bertaut kembali, setelah biduk pembelah berlalu.

Dengan semangat persatuan Indonesia, rumah besar kita tidak akan runtuh, tidak akan ambruk, dan tidak akan punah, tetapi justru berdiri tegak. Bukan hanya untuk 100 tahun, 500 tahun, tapi untuk selama-lamanya," tulis Jokowi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Ini tahun kelima saya menyampaikan pidato di depan Sidang Tahunan MPR -- tradisi setiap 16 Agustus, sehari sebelum Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan. Esok hari, kita merayakan 74 tahun Indonesia merdeka. Yang patut kita syukuri adalah bahwa di tengah berbagai tantangan dan terpaan badai sejarah, Indonesia tetap berdiri kokoh sampai hari ini. Semua itu karena kita memiliki fondasi yang sangat kuat, Pancasila -- dasar negara, bintang penjuru, pemersatu kita semua. Di rumah Pancasila ini, kita hidup rukun meski berbeda latar belakang agama, asal usul suku, ras, maupun golongan. Rumah besar Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk semua, tempat semua anak bangsa bisa berkarya, bergerak, dan berjuang untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita kita. Persatuan Indonesia akan selalu sentosa. Seperti kiambang-kiambang yang bertaut kembali, setelah biduk pembelah berlalu. Dengan semangat persatuan Indonesia, rumah besar kita tidak akan runtuh, tidak akan ambruk, dan tidak akan punah, tetapi justru berdiri tegak. Bukan hanya untuk 100 tahun, 500 tahun, tapi untuk selama-lamanya.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on Aug 16, 2019 at 3:20am PDT

Nah, berikut 7 kisah damainya menjaga toleransi yang menggambarkan keberagaman di Indonesia.

1. Di Timika, anak muda Katolik Kristen, Hindu, Budha jaga Salat Id

Sejumlah pemuda hindu saat ikut mengamankan shalat Id di Timika, Papua, Rabu (5/6/2019).KOMPAS.com/IRSUL PANCA ADITRA Sejumlah pemuda hindu saat ikut mengamankan shalat Id di Timika, Papua, Rabu (5/6/2019).
Pemuda dan pemudi lintas agama ikut mengamankan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1440 Hijriah di Timika, Papua, Rabu (5/6/2019).

Ketua FKUB Mimika Ignastius Adii mengatakan, ada 65 pemuda dan pemudi dari latar belakang agama Katolik, Protestan, Hindu dan Budha yang terlibat dalam mengamankan Shalat Ied di Timika.

"Totalnya 65 orang semua," kata Ignatius.

Ia mengatakan selaa ini toleransi umat beragama di Kabupaten Mimika terjalin dengan baik.

Ia mencontohkan saat umat Kristiani merayakan Natal dan Paskah, remaja masjid juga ikut terlibat mengamankan gereja.

"Kami di Mimika memang toleransinya beragamanya sangat baik, dan saling menghargai," tuturnya.

Baca juga: Potret Toleransi dari Timika, Anak Muda Katolik Kristen, Hindu, Budha Jaga Shalat Id

 

2. Dosen sediakan makanan untuk mahasiswa yang puasa

Seorang dosen Kristen dari Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Rusli Ginting, memberikan toleransi kepada mahasiswanya untuk berbuka puasa.Facebook: Andi Triwahyudi Seorang dosen Kristen dari Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Rusli Ginting, memberikan toleransi kepada mahasiswanya untuk berbuka puasa.
Rusli Ginting, dosen di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, menoleransi waktu berbuka dan mentraktir makanan bagi mahasiswanya yang sedang berpuasa.

Kisahnya diunggah Andi Triwahyudi (22), salah satu mahasiswa yang mengikuti kuliah Rusli, di media sosial Facebook.

Saat mendengar suara azan Maghrib di tengah kuliah, Rusli segera menghentikan kegiatan dan mempersilakan mahasiswanya yang berpuasa untuk berbuka puasa.

"Beliau bilang, 'sudah azan ya, karena ini Ramadhan, maka bapak memberikan waktu 30 menit untuk berbuka puasa bagi yang Muslim, yang tidak berpuasa pun silakan beristirahat. Eh sebentar Bapak punya rezeki sedikit untuk kalian'," ujar Andi yang berkuliah di Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen S1.

Kemudian, Rusli ke ruangan dosen dan membawa sekotak roti coklat dan sekotak minuman teh untuk para mahasiswanya.

Padahal dalam kelas itu hanya ada enam atau tujuh mahasiswa Muslim yang berpuasa dari 25 mahasiswa.

Baca juga: Kisah Toleransi Dosen yang Sediakan Makanan untuk Mahasiswa yang Puasa

SUMBER: KOMPAS.com (Irsul Panca Aditra, Retia Kartika Dewi, Moh. Syafií, Rosiana Haryanti, Markus Makur, Puthut Dwi Putranto Nugroho, Andi Hartik)

3. Murid SD Kristen jadi tuan rumah buka puasa siswa MI

Siswi MI Islamiyah dan SD Kristen Petra Jombang, saat berpose bersama di depan pintu tangga menuju Gereja Kristen Indonesia (GKI), menjelang acara buka puasa bersama di SD Kristen Petra Jombang, (27/5/2019) petang.                      KOMPAS.com/MOH. SYAFII Siswi MI Islamiyah dan SD Kristen Petra Jombang, saat berpose bersama di depan pintu tangga menuju Gereja Kristen Indonesia (GKI), menjelang acara buka puasa bersama di SD Kristen Petra Jombang, (27/5/2019) petang.
Senin (27/5/2019) petang, SD Kristen Petra, Jombang, kedatangan tamu dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Salatiga Perintahkan Pendampingan Disabilitas Dilakukan Menyeluruh

Wali Kota Salatiga Perintahkan Pendampingan Disabilitas Dilakukan Menyeluruh

Regional
Debat Pilkada Putaran Kedua, Gibran Ingin Solo Utara Jadi Pusat Perdagangan, Bajo Bangun Jalan Layang

Debat Pilkada Putaran Kedua, Gibran Ingin Solo Utara Jadi Pusat Perdagangan, Bajo Bangun Jalan Layang

Regional
Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

Regional
Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

Regional
BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

Regional
Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani 'Swab Test'

Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani "Swab Test"

Regional
Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Regional
Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X